PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Filipina Tidak Akan Kendurkan Serangan pada Pemberontak Selama Ramadan

Presiden Rodrigo Duterte.

Filipina Tidak Akan Kendurkan Serangan pada Pemberontak Selama Ramadan
BENTENGSUMBAR.COM - Angkatan bersenjata Filipina menjatuhkan lebih banyak bom hari ini di kota Marawi, di mana terjadi pertempuran dengan kelompok militan Islam yang menamakan diri mereka Maute. Perang telah berlangsung selama lima hari. Filipina berjanji akan menumpas militan dan tidak akan mengendUrkan serangan selama bulan Ramadan.

Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan status gawat darurat di sepertiga bagian Selatan Filipina. Pertempuran telah menelan korban 48 orang. Filipina mengatakan militan Islam yang melakukan pemberontakan adalah bagian dari kelompok teroris Islamic State (IS) yang berusaha mendirikan negara Islam.

"Kami tahu di mana mereka berkonsolidasi sehingga kami melakukan serangan udara untuk menghancurkan kelompok teroris tersebut," kata Letkol Jo-ar Herrera.

Herrera mengatakan serangan militer tidak akan berhenti meski bulan Ramadan. "Sangat menyedihkan bagi para Maranao (sebutan untuk Muslim lokal) bahwa hal ini terjadi di bulan Ramadan tetapi kami harus melindungi Marawi".

Rombongan truk berisi marinir terlihat masuk ke kota Marawi, salah satu kota berpopulasi Muslim terbesar di Filipina yang mayoritas Katolik. Marawi memiliki populasi sekitar 200.000 orang.

Pertempuran berawal Selasa lalu ketika puluhan orang bersenjata melakukan serangan pada pasukan keamanan yang berusaha menangkap Isnilon Hapilon, militan veteran Filipina yang diduga pemimpin lokal IS.

Pasukan bersenjata membawa bendera IS, menyandera 15 orang dari sebuah gereja dan membakar bangunan.

Sebanyak 13 prajurit, dua polisi dan 13 militan tewas dalam pertempuran. Dua orang warga sipil juga tewas dibunuh militan di sebuah rumah sakit. Pihak yang berwenang kini tengah menyelidiki laporan sembilan orang tewas dibunuh oleh kelompok militan tersebut.

Ernesto Abella, juru bicara Duterte, mengatakan pihaknya mendoakan agar ancaman teroris yang berusaha merebut kedaulatan Filipina bisa berakhir. Dia juga mengatakan aksi yang dilakukan kelompok militan tersebut tidak mewakili umat Muslim.

"Di bulan Ramadan ini, presiden bersedia berdialog dengan kelompok teror tersebut demi menghindari pertumpahan darah di bulan yang suci bagi umat Islam," kata Abella.

(by/bsc)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *