PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

PKS Akui Godok Usulan Pencapresan Habib Rizieq Shihab di Pilpres 2019

Ketua Dewan Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri dan beberapa elit PKS lainnya bertemu Habib Rizieq di Arab Saudi.

PKS Akui Godok Usulan Pencapresan Habib Rizieq Shihab di Pilpres 2019
BENTENGSUMBAR.COM - Selangkah maju ke depan, Dewan Perwakilan Wilayah Nusa Tenggara Barat telah melakukan rapat terkait Pemilihan Presiden 2019. Ada beberapa nama mengejutkan yang masuk radar PKS NTB untuk dicalonkan menjadi wakil presiden.

Di antara nama-nama yang masuk radar tersebut antara lain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab hingga Gubernur NTB sendiri TGB Zainul Majdi. Rapat dalam rangka memperbincangkan Pilpres 2019 tersebut dihelat April lalu. 

"Kita sedang mencari presiden dan wapres dari internal dan eksternal kader. Untuk NTB salah satunya kan dilibatkan untuk diminta masukan. Akhirnya kita melakukan istilahnya, penggodokan. Kemudian muncul nama dari eksternal seperti Gatot (Nurmantyo, -red), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, juga Habib Rizieq (untuk wapres, -red)," tutur Ketua DPW NTB Abdul Hadi saat dihubungi kumparan (kumparan.com) melalui sambungan telepon, Jumat, 16 Juni 2017.

Menurut Abdul Hadi, nama-nama tersebut memiliki citra positif di mata masyarakat. Sehingga nama mereka dikumpulkan dan disetor ke tingkat Dewan Perwakilan Pusat (DPP). 

"(Citra, -red) mereka dinilai positif sehingga memang muncul ada nama Habib Rizieq.  Nama Gatot masuk juga," ungkapnya. 

Khusus Habib Rizieq, dia menjelaskan namanya harum ketika aksi 212 yang digelar di sepanjang jalan Monas akhir tahun lalu. 

"Karena mungkin kekinian,  menjadi booming pas aksi 212 itu. (Habib Rizieq dinilai, -red) bisa menyatukan umat dalam pandangan personal kader," tutur dia. 

Selain nama-nama eksternal ada beberapa nama internal atau dari kader PKS sendiri yang muncul ke permukaan.

"Ada Pak Aher (Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, -red), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat, -red) dan Hidayat Nur Wahid," ungkap Abdul.

Namun ketika ditanya , apakah PKS telah memastikan akan mendukung ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi capres, Abdul belum menjawab tegas. Seperti diketahui pada tahun 2014 lalu PKS  memang mengusung Prabowo untuk jadi calon presiden. 

"Masih dibicarakan juga," ucap dia. 

Ketua DPP PKS Bidang Komunikasi, Ledia Hanifa mengakui, pihaknya menggodok sejumlah nama yang diusulkan sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2019. Diantaranya adalah nama Gatot Nurmantyo dan Rizieq Shihab.

Nama Gatot mencuat setelah diusulkan oleh DPW PKS Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Gatot, nama lain yang diusulkan adalah Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab. Menurut Ledia, nama-nama itu masih perlu dibahas dalam rapat internal DPP dan Dewan Syuro PKS.

"PKS sedang dalam proses penggodokan sejumlah nama. Masukan-masukan dari daerah juga sudah diterima," kata Ledia kepada TeropongSenayan di Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.

Ledia menerangkan, semua bakal calon presiden yang akan diusung oleh PKS, harus melalui serangkaian tes. Dengan demikian, calon presiden yang akan diusung memiliki kompetensi yang sangat baik.

"Proses ini juga harus menunggu mekanisme Pilpres yang akan ditetapkan bersamaan dengan penetapan RUU Pemilu," pungkasnya.

(by/kumparan/tsc)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *