PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Novel FPI Sebut yang Dilakukan Kaesang Lebih Berat Dibanding Ahok, Waka Polri: Guyonan Saja

Sekjen Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin.

Novel FPI Sebut yang Dilakukan Kaesang Lebih Berat Dibanding Ahok, Waka Polri: Guyonan Saja
BENTENGSUMBAR.COM - Sekjen Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin, meyakini bahwa ucapan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, di vlog miliknya di situs berbagi video Youtube, memuat unsur hate speech dan penodaan agama.

Bahkan, Novel tak segan menyebut apa yang dilakukan Kaesang lebih berat daripada apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kok bisa?

"Karena (Kaesang) dengan sengaja merekam dan men-share-nya. Bahkan ini lebih sengaja dari Ahok. Kalau Ahok kan ada di satu program, ketika disampaikan, itu memang program DKI Jakarta dan direkam oleh Pemprov," tandas Novel, Kamis, 6 Juli 2017.

Dikutip dari netralnews, Wakil Ketua ACTA ini beranggapan bahwa Kaesang memang sengaja membuat konten video tersebut dan menyebarkan sehingga dapat dibilang dia lebih punya niat dibandingkan Ahok.

"Kalau (video) ini memang sengaja dibuat langsung oleh Kaesang dan disebar, maka Kaesang ini lebih punya niat dibandingkan Ahok," tegas Novel.

Novel menegaskan bahwa ACTA dalam waktu dekat akan melaporkan Kaesang yang sebelumnya sudah dilaporkan warga Bekasi, Muhammad Hidayat.

"Kita ada rencana melaporkan, karena sudah jelas Undang-Undang 156 dan 156a (KUHP)," pungkas Novel.

Terkait rencana Novel tersebut, Wakil Kepala Polri, Komjen Pol Syafruddin, menegaskan bahwa Kepolisian tidak akan menindaklanjuti kasus yang menjerat Kaesang tersebut karena laporan yang disampaikan sang pelapor, Muhammad Hidayat, tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada.

"Saya juga dari kecil sudah dengar omongan 'ndeso' itu, guyonan saja. Jadi kita, Polri, penyidik harus rasional, tidak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti. Kalau itu rasional, ada unsurnya, itu bisa ditindaklanjuti, kalau tidak ada, ya tidak perlu (dilanjutkan)," tutur Syafruddin di Mabes Polri, Kamis, 6 Juli 2017.

(by/jnc)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *