PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Direktur IPR Sebut Rizieq Memiliki Peluang Besar Jadi Penantang Jokowi di Pilpres 2019

Presiden Jokowi ketika menghadiri Aksi Bela Islam 212 yang dipimpin oleh salah satunya Rizieq Shihab. Terlihat keduanya sedang memegang microfon.

Direktur IPR Sebut Rizieq Memiliki Peluang Besar Jadi Penantang Jokowi di Pilpres 2019
BENTENGSUMBAR.COM - Pilpres 2019 memang masih dua tahun lagi. Tapi, sejumlah nama selain Jokowi Widodo dan Prabowo pun langsung bermunculan ke permukaan.

Setelah nama Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo serta putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dan istrinya Ani Yudhoyono, nama Habib Rizieq pun menyusul kemudian.

Berkenaan dengan kemunculan Rizieq itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang memiliki pandagannya.

Menurutnya, Rizieq memiliki peluang besar untuk menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Akan tetapi, agar bisa menjadi salah satu calon di bursa pilpres tersebut, namanya harus lebih dulu bersih.

Syaratnya, ia harus lebih dulu dinyatakan tak bersalag atas kasus dugaan chat pornografi dengan Firza Husein alias tak terbukti.

Dengan begitu, namanya kemudian bisa direhabilitasi.

“Habib Rizieq ini sangat fenomenal, peluangnya pun besar menjadi Capres. Apalagi dia juga punya kekuatan politik,” ujar Ujang Minggu, 6 Agustus 2017.

Salah satu alasan yang bisa menempatkan Rizieq menandingi Jokowi adalah jumlah pengikutnya yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia.

Terlebih, para pengikut dan pengagumnya itu sangat loyal dan tak goyah meski diterpa kasus pornografi.

Bukti lain yang bisa dilihat bahwa Rizieq memiliki kekuatan adalah saat aksi 2 Desember 2016 lalu yang dikenal dengan aksi 212. 

Dalam aksi tersebut, Rizieq berhasil mengumpulkan jutaan orang di Jakarta dan berada di bawah komandonya.

Hal itu pula yang disebutnya bisa menjadi modal utama untuknya bersaing dengan Jokowi.

“Habib Rizieq punya banyak FPI dan apalagi sangat solid,” tuturnya.

Akan tetapi, pengamat politik dari Universitas Al Alzah Indonesia (UAI) itu juga mengigatkan ia bisa jadi tak akan memiliki ‘taring’ lagi saat pilpres 2019.

Alasannya, ada sejumlah pihak yang menjadi lawannya yang sangat mungkin meredam kekuatan politik Rizieq dengan mencari-cari kesalahannya.

Pasalnya, dalam setiap tahun pemilu, setiap lawan politik dipastikan akan melakukan apapun untuk saling menjatuhkan.

Hal lain yang menjadi dasar untuk meredam Rizieq adalah pengaruhnya dalam pilkada DKI Jakarta lalu yang mampu menghadang laju Ahok.

(by/psid)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *