PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

DPR RI: Pembakar Joya yang dituduh Maling Amplifier di Bekasi Minimal Dihukum Seumur Hidup!

Siti Zubaedah (25) istri Muhammad Al Zahra alias Joya (30), pria yang meninggal dibakar massa karena dituding mencuri tiga unit alat pengeras suara Mushalla al Hidayah di Bekasi.

DPR RI: Pembakar Joya yang dituduh Maling Amplifier di Bekasi Minimal Dihukum Seumur Hidup!
BENTENGSUMBAR.COM - Kasus main hakim sendiri terhadap pria yang dituduh mencuri amplifier di musala Bekasi menjadi perhatian khusus bagi pihak legislatif.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menegaskan pelaku tindakan tersebut sudah sepatutnya mendapat ganjaran yang maksimal.

“Harus diadili karena itu melawan hukum, apalagi berakibat pembunuhan. Itu hukumannya berat, paling tidak seumur hidup,” kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurutnya, tindakan main hakim sendiri di negara hukum seperti Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata dan harus menjadi perhatian lebih bagi aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tindakan main hakim sendiri juga bisa terjadi karena beberapa alasan.

“Pertama orang sakit jiwa, dan kedua adanya kehidupan sosial yang diperburuk oleh persoalan ekonomi. Kita semua harus waspada dengan apa yang terjadi. Kok orang bisa sadis seperti itu,” herannya.

Disisi lain, pemerintah sebagai penyelenggara negara sudah sepatutnya memberi perhatian kepada keluarga korban.

“Harus ada rehabilitasi mental terhadap anak-anaknya. Sebab orang yang mendengar ayahnya diperlakukan seperti ini bisa menciptakan dendam yang berturut-turut,” keluhnya.

“Maka, perlu ada pendekatan psikologi dan penanganan komprehensif supaya ada kesembuhan di keluarganya dan dibantu secara materil,” tandasnya.

Pria yang diketahui bernama Muhammad Al Zahra alias Joya (30) dibakar hidup-hidup karena dianggap telah mencuri amplifier di Mushala al Hidayah, Bekasi. 

Padahal, Joya yang berprofesi sebagai mekanik amplifier tersebut hanya menumpang salat di mushalla tersebut. Saat mau salat itu, Joya membawa amplifier yang akan diperbaikinya ke mushalla. 

Sedangkan, amplifier Mushalla al Hidayah tetap utuh ditempatnya. 

Sejauh ini, pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka usai memeriksa sejumlah saksi.

(by/kc)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *