PADANG

SUMBAR

NASIONAL

Pariwisata

Ekonomi

POLITIK

HUKUM

Most Popular

Sempat Ditangkap Polisi Mesir, Kepulangan 2 Mahasiswa Asal Sumbar Ini Disambut Gubernur Irwan Prayitno

Kedatangan kedua mahasiswa ini disambut langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno dan jajaran di BIM.

Sempat Ditangkap Polisi Mesir, Kepulangan 2 Mahasiswa Asal Sumbar Ini Disambut Gubernur Irwan Prayitno
BENTENGSUMBAR.COM - Dua mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Mesir asal Indonesia yang sempat ditahan polisi Mesir, telah dibebaskan dan dipulangkan ke tanah air. Keduanya telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 2 September 2017, sekitar pukul 13.10 WIB.

"Alhamdulliah, berkat perjuangan Kemenlu melalui Kedubes RI di Mesir bapak Helmy Fauzi beserta jajarannya, akhirnya 2 orang Mahasiswa asal Sumatera Barat tersebut yaitu Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis akhirnya dibebaskan," ungkap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kepala Perwakilan Sumatera Barat menjemput keduanya di Bandara Soetta dan dibawa menginap di Hotel Balairung, Jakarta Timur. Sore harinya, mereka bertemu dengan pihak Kemenlu sore ini.

Pada Minggu, 3 September 2017, keduanya akan melanjutkan perjalanan ke Sumbar menggunakan Pesawat Garuda GA 162, sekitar pukul 13.15 WIB. Kedatangan kedua mahasiswa ini disambut langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno dan jajaran di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Irwan Prayitno atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada Helmy Fauzy yang telah melakukan berbagai upaya diplomatik baik formal dan informal untuk membebaskan keduanya. Termasuk kepada Dwi Ria Latifa (Istri Dubes) yang berperan non formal kepada pemerintahan Mesir.

"Kita Pemprov Sumbar secara intens berkomunikasi dengan pihak Dubes sejak keduanya ditahan hingga dibebaskan. Baik diskusi melalui video call, telpon dan WhatsApp," jelas Irwan Prayitno.
.
Seperti diberitakan, Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis adalah mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Mesir jurusan Syariah tingkat 3.  Keduanya ditahan pihak keamanan Markaz Aga Provinsi Ad Daqohliyyah, Mesir, pada tanggal 1 Agustus lalu. Beredar kabar mereka ditangkap karena diduga mengikuti paham yang berseberangan dengan pemerintah Mesir.

Namun pihak KBRI Kairo mengaku tidak mendapatkan konfirmasi resmi terkait alasan penahanan keduanya. Pada Minggu, 2 Agustus 2017, bertempat di Istana Kepresidenan Mesir, Helmy Fauzy bertemu dengan Penasihat Presiden Bidang Keamanan Nasional, Mr Faiza Abou el-Naga.

Helmy juga meminta perhatian dan bantuan Kantor Penasihat Presiden untuk menyelesaikan kasus penahanan dua mahasiswa tersebut. Hingga akhirnya pada Rabu, 30 Agustus 2017, KBRI Kairo menerima informasi dari Kantor Pusat Imigrasi Mesir, bahwa Pemerintah Mesir menyetujui pemulangan keduanya ke Indonesia.

(zardi)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *