PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Anak Zaman Now Dianggap Medsos Oriented, Upi Tidak Setuju

Menurut Upi, melabelkan suatu generasi merupakan hal yang tidak fair karena setiap generasi memiliki ciri khas masing-masing.

Anak Zaman Now Dianggap Medsos Oriented, Upi Tidak Setuju
BENTENGSUMBAR. COM - Bukan rahasia lagi bila anak remaja masa kini (anak zaman now) dianggap terlalu memprioritaskan media sosial ketimbang bersosialisasi secara umum. Namun, sutradara film Upi justru membantah hal tersebut.

Menurut sutradara film My Generation tersebut, melabelkan suatu generasi merupakan hal yang tidak fair karena setiap generasi memiliki ciri khas masing-masing.

"Mungkin kejadian khususnya lebih kayak gini ya. Karena saya selalu melihat setiap generasi selalu di labelin. ada label di satu generasi padahal menurut saya setiap generasi ada baik dan buruknya. Dan sekarang anak milenial itu selalu dilabelin kaya anak2 yang apa namanya, anak egois, sosial media, junkies, self obsessed banget, anti sosial banget karena ada sosial media," ujar Upi beberapa waktu lalu.

Upi memang dikenal dengan karya-karya yang kerap mengangkat kehidupan remaja sesuai dengan era dan jaman yang berkembang. Tak pelak, ia pun membela remaja masa kini dengan menyebut media sosial bukanlah satu-satunya penyebab kenakalan remaja.

"Orang-orang nyalahin anak sekarang karena mereka terlalu sosial media, komputer terus, sekarang yg nyipatain siapa kalau bukan orang tua. Padahal mereka hanya beradaptasi aja, mereka lahir sudah ada sosial media, mungkin kalo saya dulu kan belum ada. Kalau anak sekarang aktif sama sosial media karena memang yang kita ciptain gitu, kenapa kita salahin mereka," ujar Upi.

Apa yang dikatakan Upi mungkin ada benarnya. Betapa tidak, ia memang kerap melakukan penelitian yang lama sebelum memberi pendapat atau berkarya.

Sebagai contoh, Upi rela melakukan penelitian selama 2 tahun lamanya pada kaum remaja demi film My Generation. Belum lagi film-filmnya yang terdahulu yang sukses membuat hits seperti Realita Cinta & Rock N' Roll, My Stupid Boss, hingga Radit dan Jani.

"Karena setiap zaman ada baik dan buruk, jadi sementara apa yang mereka lakukan mungkin belajar dari orang tuanya mungkin dari produk apa yang diciptakan oleh yang tua-tua," tutupnya.

(Sumber: okezone.com) 

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *