PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Ketum PBNU Kagumi Kepemimpinan Jokowi yang Tanpa Pencitraan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai jika kepemimpinan Jokowi terlihat apa adanya dan jauh dari pencitraan.

Ketum PBNU Kagumi Kepemimpinan Jokowi yang Tanpa Pencitraan
BENTENGSUMBAR. COM - Nahdlatul Ulama (NU) sangat mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 3 tahun terakhir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai jika kepemimpinan Jokowi terlihat apa adanya dan jauh dari pencitraan.

“Saya apresiasi keberaniannya, kadang nekat juga. Ada gaya style komunikasi yang unik bagaimana komunikasi dengan NU, Perguruan Tinggi, LSM itu tidak monoton, tanpa direkayasa, tanpa dibuat-buat. Walhasil beliau bukan seorang narsis yang selalu menjaga citra,” nilai cendekiawan muslim ini di sela acara peluncuran dan diskusi buku “Tiga Tahun Jokowi: Wujud Kerja Nyata” di Perpustakaan Nasional, Jakarta pada Senin, 6 November 2017.

Said Aqil mengambil contoh kenekatan Jokowi yang secara spontan berani mengambil langkah tak menghiraukan protokoler untuk mendatangi demo 212. Padahal keputusan tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan Presiden. Terlebih lagi ketika diketahui ada salah satu tersangka teroris dari Tasikmalaya yang bergabung dalam aksi demonstrasi tersebut.

Said Aqil pun menilai Jokowi bisa menunjukkan bahwa dirinya adalah presiden yang tidak selalu mengambil langkah dari hal-hal logis namun juga bisa bersikap spontanitas mengikuti hati nurani. Dimana setiap keputusan selalu ia pertimbangkan demi kemaslahatan rakyat dan bangsa.

“Seorang Presiden suatu ketika pasti akan menjumpai saat yang paling kritis yang tidak sempat berpikir panjang dan itu tidak ada cara lain selain kembali ke hati yang universal,” lanjut Said Aqil.

Ia pun meyakini tidak semua pemimpin dapat mencapai kepemimpinan seperti itu. Dimana hati nurani bisa memimpin untuk segala pengambilan keputusan.

“Tapi Pak Jokowi banyak sekali seperti itu. Saya tahu beliau tidak hanya dengan logika, tidak hanya dengan ilmu tapi juga dengan hati nurani beliau. Karena yang namanya hati tidak mungkin bohong yang sering bohong itu lisan,” kata Said Aqil menganggumi.

Mencapai kesemua hal tersebut jelas Siroj dibutuhkan keteguhan iman dan konektivitas yang baik dengan Tuhan. Maka ia meyakini jika Presiden Jokowi adalah sosok yang pas memimpin Indonesia yang merupakan sebuah negara berketuhanan yang maha esa.

“Maka sebagai pemimpin bangsa Indonesia, bangsa yang berketuhanan, sebagai bangsa yang berbudaya, Presiden Jokowi sangat mewakili pemimpin yang berbudaya, beriman dan bermartabat,” kata Said Aqil menyimpulkan. 

(bs/infonawacita)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *