PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Reses, Warga Kadukan Kerusakan Jalan, Drainase, dan Sarana Pendidikan kepada Muharlion

Anggota DPRD kota Padang Muharlion melaksanakan reses masa sidang III tahun 2017 di tiga lokasi di Koto Tangah.

Reses, Warga Kadukan Kerusakan Jalan, Drainase, dan Sarana Pendidikan kepada Muharlion
BENTENGSUMBAR. COM - Anggota DPRD kota Padang Muharlion melaksanakan reses masa sidang III tahun 2017 di tiga lokasi, yaitu Komplek Lembah Karet Kelurahan Batipuh Panjang, kantor Camat Koto Tangah dan di kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Koto Tangah.  

Di Kelurahan Batipuh Panjang, warga mengadukan kondisi jalan yang sudah  rusak parah kepada Muharlion. Mereka meminta jalan tersebut segara diaspal. Selain itu mereka juga menyampaikan aspirasi terkait saluran drainase yang tersumbat dan perlu segera diperbaiki.  

Tidak hanya itu, di daerah tersebut juga ada pengalian galian C tanpa izin yang sudah meresahkan warga setempat.  Warga meminta agar aktifitas tersebut dihentikan.

"Alhamdulillah masalah galian C ini sudah ditindak oleh pihak kecamatan," ujar Muharlion saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, Selasa, 28 November 2017. 

Sementara itu, reses di kantor Camat Koto Tangah dihadiri Ketua RT, RW dan beberapa lurah, diantaranya Lurah Lubuk Buaya, Lurah Koto Panjang, dan Lurah Padang Sarai. Pada kesempatan itu, warga menyampaikan soal jalan dan drainase. Warga juga meminta pembinaan wirausaha untuk generasi muda, dan bantuan untuk pemuda.

Dikatakan Muharlion, Koto Tangah termasuk daerah pertumbuhan yang cukup tinggi. Namun, sarana pendidikan di daerah ini memang masih sangat kurang, masih ada sebanyak 11 Sekolah Dasar (SD) yang melaksanakan dua shif waktu mengajarnya. Begitu juga dengan jarak sekolah yang cukup jauh ditempuh oleh para pelajar. 

"Dari kunjungan kita tersebut, masyarakat meminta agar bisa di tambah kelas baru untuk SD, dan SMP atau di bangun sekolah baru sekalian, karena di daerah ini pertumbuhan cukup pesat," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sesuai dengan hasil pertemuan di kantor Camat Koto Tangah, lanjut Murharlion, ada dua poin yang dibuatkan RKP baru untuk 2019, yakni masalah drainase, terkait hulu hilir untuk penanggulangan banjir dan terkait penambahan ruang kelas baru atau pembangunan gedung sekolah baru.

Diakui Muharlion, dirinya lebih banyak meletakkan lokasi pokok-pokok pikirannya pada pengerjaan pengaspalan jalan dan perbaikan beberapa drainase. Sementara untuk masalah sekolah, ia akan memperjuangkannya dan  mendesak Pemko Padang melalui Dinas Pendidikan agar bisa segera memfasilitasi sarana prasarana infrastruktur untuk sektor pendidikan di Koto Tangah tersebut.

(by/baim)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *