PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

          Sejumlah Kiai Madura Polisikan Megawati, Ini Tanggapan PDIP
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Sejumlah Kiai Madura Polisikan Megawati, Ini Tanggapan PDIP

Iklan Desri Ayunda
Sejumlah Kiai Madura Polisikan Megawati, Ini Tanggapan PDIP
BENTENGSUMBAR. COM - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait dilaporkannya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri‎ oleh sejumlah kiai dari Madura, Jawa Timur ke Polda Jawa Timur.

Hasto menegaskan, segala upaya untuk mengadu domba partainya dengan kelompok Islam, utamanya di Jawa Timur tak akan pernah berhasil. Pasalnya, Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bergandengan erat dengan sejumlah tokoh Islam.

"Perjuangan Bung Karno bersama dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, tokoh-tokoh NU itulah yang menjadi bahan dalam proses kaderisasi di partai," tegas Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 November 2017.

"Sehingga adanya mereka yang mencoba untuk mengadu domba antara PDIP dengan Islam dipastikan sebagaimana disampaikan oleh Bung Azwar Anas tidak akan pernah berhasil," tambahnya.

Hasto menegaskan dirinya tidak menerima tindakan adu domba yang mendiskreditken PDIP. Namun, dia menekankan bahwa partainya menjunjung tinggi hukum sebagai panglima di negara ini.

"Bagi PDIP ketika kantor partai diserang kita setia kepada hukum. Jadi kami selalu menempuh jalan hukum," tegas Hasto.

Oleh karena itu, Hasto mengimbau kepada seluruh kader PDIP untuk tidak terpancing dengan upaya adu domba ini. Ia meminta seluruh kadernya satu komando mengikuti arahan Ketua Umum untuk mengahadapi segala sesuatunya melalui jalur hukum.

"Mari mengikuti arahan ketua umum untuk menghadapi segala sesuatunya melalui jalan hukum terhadap mereka mereka yang mendiskreditkan PDIP," tandasnya.

Sekedar informasi, sejumlah kiai dari Madura, Jawa Timur melaporkan Ketua Umum PDIP Megawati ke Polda Jatim dengan pasal 156 tentang permusuhan.

Pelaporan ini terkait pernyataan Megawati yang mengatakan tidak percaya pada hari akhir, dan menyebutnya seperti peramal pada HUT PDIP ke-44 pada 10 Januari 2017.

(by/kricom)
Advertisement
Iklan Alex Indra Lukman
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *