PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

DAI: Jumlah Masyarakat yang Belum Memahami dan Memiliki Ansuransi Masih Besar

Jumpa pers Insurance Day 2017 di auditorium Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Sabtu, 9 Desember 2017.

DAI: Jumlah Masyarakat yang Belum Memahami dan Memiliki Ansuransi Masih Besar
BENTENGSUMBAR. COM - Puncak peringatan Insurance Day atau Hari Ansuransi 2017 dilaksanakan di kota Padang pada 9-10 Desember 2017. Dipilihnya kota Padang sebagai pusat kegiatan karena memiliki pertumbuhan tingkat literasi dan edukasi ansuransi cukup besar.

"Di kota Padang ini, kita lihat memiliki banyak industri kreatif, pedagang, pekerja seni dan budaya yang tentunya memerlukan inklusi keuangan," ujar Wahyu Wibowo, Ketua Panitia Hari Ansuransi 2017 ketika menggelar jumpa pers di auditorium Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Sabtu, 9 Desember 2017. 

Jumpa pers itu juga menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan Riswinadi, Ketua Umum Dewan Ansuransi Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irawan Rahim, dan Wali kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Wahyu mengatakan, peringatan Hari Ansuransi 2017 di Padang diwujudkan dalam bentuk Festival Ansuransi dan InsuRUN. Perhelatan Festival Ansuransi ini ditandai dengan digelarnya pawai dari GOR Haji Agus Salim sampai Lapangan Imam Bonjol pada 9 Desember 2017.

"Dengan menggandeng beragam komunitas, UMKM dan pekerja industri kreatif, pekerja seni dan budaya asal Padang, kami mengharapkan mampu menghadirkan kemeriahan di sepanjang jalan utama kota Padang," ujarnya.

Pawai diawali, jelasnya lagi, dengan barisan Paskibra, Brigade Panji, drumband, beragam baju fantasi, Karnaval 11 Kecamatan kota Padang, beragam komunitas sepeda, komunitas seni rupa, dance, dan musik. Kemudian diikuti rombongan perusahaan ansuransi serta kendaraan hias.

Sementara itu, pada Minggu, 10 Desember 2017, dilaksanakan InsuRUN, yaitu event lari skala nasional yang merupakan bagian program untuk mensosialisasikan ansuransi dan mengedukasi seluruh masyarakat agar dapat memahami manfaat ansurasi untuk kehidupan yang lebih baik.

"Lomba lari 5K dan 10K ini diikuti kurang lebih 5 ribu pelari. Pada kesempatan itu, kita akan melakukan pemecahan rekor MURI untuk penutupan ansuransi kecelakaan diri terbanyak dalam satu hari, dan event dengan peserta pembawa polis terbanyak dalam satu hari," jelasnya.

Dikatakannya, selain lomba lari, ada juga Challenge RUN, yaitu tantangan lari kepada seluruh peserta InsuRUN di kategori lomba 10 K, untuk memecahkan rekor waktu 29, 24 menit bagi putra dan 34, 24 menit untuk putri. Sebagai apresiasi kepada pemecah rekor putera dan puteri diberikan hadiah 2 unit mobil Honda HRV.

"Kami menghadirkan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam acara Hari Ansuransi 2017 untuk memperkenalkan perusahaan dan produk-produk mereka, serta parade pawai dan hiburan untuk mengajak masyarakat merayakan Hari Ansuransi bersama-seama. Kami juga mengajak berbagai komunitas, UMKM, pekerja industri kreatif, dan pekerja seni agar mereka juga turut memahami pentingnya manfaat ansuransi," jelas Wahyu. 

Ia melanjutkan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan edukasi kepada masyarakat umum akan pentingnya ansuransi, meningkatkan jumlah pemegang polis, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dari musibah yang menimpa, membuka lapangan pekerjaan bagi usia produktif sebagai tenaga pemasar, memperkenalkan ansuransi mikro kepada masyarakat, khususnya para pedagang, dan meningkatkan pengetahuan tentang life and financial planning.

"Kami harap, kegiatan yang diadakan pada perayaan Hari Ansuransi 2017 dapat terus meningkatkan pemahaman dan juga antusias masyarakat Indonesia untuk memiliki ansuransi dan juga perencanaan keuangan masa depan yang lebih baik," tutup Wahyu.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan Riswinadi mengatakan, inklusi keuangan menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Melalui SNKI tersebut, pemerintah bersama-sama Kementerian Keuangan dan lembaga terkait sepakat untuk mendorong upaya peningkatan inklusi (akses) masyarakat ke sektor jasa keuangan dengan target 75 persen pada akhir 2019.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Ansuransi Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim mengatakan, Dewan Ansuransi dan kalangan industri ansuransi di Indonesia berkomitmen terus untuk memasyarakatkan ansuransi seiring dengan pertumbuhan kebutuhan perlindungan dalam masyarakat serta besarnya kesenjangan proteksi di Indonesia.

"Jumlah masyarakat yang belum memahami dan memiliki ansuransi masih besar. Hal ini menyadarkan kita bahwa pelaksanaan Insurance Day yang konsisten sangat dibutuhkan untuk dilaksanakan setiap tahunnya. Sosialisasi yang berkelanjutan ini adalah tugas bersama seluruh insan pelaku ansuransi bersama-sama DAI, asosiasi-asosiasi peransuransian, dan OJK," katanya.

Sebelumnya, panitia Hari Ansuransi 2017 melakukan serangkaian acara istimewa, dimulai road show di sembilan kota, yakni Medan, Yogyakarta, Balikpapan, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Manado, Pontianak, Makassar, dan Papua. Di sembilan kota itu dilakukan beragam kegiatan, seperti turnamen olahraga, pembagian bunga, lomba dayung sampan, donor darah, ful walk, bazar, dan Insurance Goes to Campus.

(by)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *