PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

          Porli dan Lembaga Publik Bicara Solusi Bangsa Menghadapi Era Digital
BENTENGSUMBAR. COM - Rakernis Humas Polri diselanggarakan di Hotel Grand Boutique Melawai, Rabu, 7 Maret 2018. Agenda kali ini diselenggar...

Porli dan Lembaga Publik Bicara Solusi Bangsa Menghadapi Era Digital

Iklan Desri Ayunda
Porli dan Lembaga Publik Bicara Solusi Bangsa Menghadapi Era Digital
BENTENGSUMBAR. COM - Rakernis Humas Polri diselanggarakan di Hotel Grand Boutique Melawai, Rabu, 7 Maret 2018. Agenda kali ini diselenggarakan diskusi publik dengan menghadirkan empat tokoh nasional yaitu, Dirjen Informasi Kominikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, dan Wakil Ketua KIP Gede Narayana.

Diskusi panel yang menghadirkan tokoh-tokoh dari lembaga negara terkait media dan informasi ini merupakan rangkaian dari Rakernis Polri yang telah berlangsung dari hari Selasa, 6 Maret 2018, dengan mengangkat isu digitalisasi dan isu penyiaran pilkada. Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini memaparkan pandangan-pandangan dan solusi dari stakeholder negara yang bertanggung jawab pada ranah media dan informasi.

Yuliandre Darwis selaku ketua KPI Pusat memaparkan, saat ini digitalisasi telah terjadi, namun kedepan skalanya akan lebih masif dan Indonesia dinilai terlambat dalam merespon digitalisasi, bahkan tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. 

Saat ini yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana kesiapan Indonesia untuk menyiapkan penyusunan regulasi, sinergi antar stakeholders penyiaran, serta posisi publik dalam menerima konten digital. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi lembaga yang mempunyai tupoksi di ranah penyiaran dan informasi.

“Masyarakat Indonesia telah merasakan konvergensi media dengan kekuatan internet. Beragam informasi dengan mudah diakses publik melalui gadget yang dibawa kemana-mana, tapi belum ada yang mengawasi secara penuh konten yang ada di internet,” ungkap Yuliandre.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, bahwa banyak media abal-abal yang ada di daerah. Media tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers dan juga tidak memiliki kompetensi dalam menjalankan fungsi pers. Yosep mengharapkan Polisi bisa melakukan tindakan terhadap media yang diangap meresahkan dengan menyebar berita Hoaks.

Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti menambahkan, bahwa pertumbuhan media terutama media sosial di Indonesia sangat masif. Digarisbawahi bahwa berita hoaks yang disebarkan di media sosial menjadi musuh bersama, dan Kominfo serta instansi terkait terus melakukan kampanye positif untuk melawan Hoaks.

Acara yang diakhiri dengan foto bersama dari semua narasumber dan juga Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto ini menjadi momen untuk menegaskan lembaga negara dan kepolisian siap untuk mengawal informasi publik agar kondusif dan proposional.

Editor: Zamri Yahya
Laporan: Rizki Montheza
Advertisement
Iklan Alex Indra Lukman
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *