PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Wagub Nasrul Abit Ungkap Pelaku LGBT Terbesar di Indonesia Berasal dari Sumbar

Sumbar
Wagub Nasrul Abit ketika membuka Seminar Nasional di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Minggu, 11 Maret 2018.

Wagub Nasrul Abit Ungkap Pelaku LGBT Terbesar di Indonesia Berasal dari Sumbar
BENTENGSUMBAR. COM - Menurut Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Nasrul Abit, jika generasi muda ingin sukses, maka mereka mesti menjauhi nakorba dan prilaku menyimpang, seperti Lesbian,  Gay,  Biseksual dab Transgender (LGBT). 

"Jangan gara-gara putus cinta, lantas frustasi, kemudian menjadikan nakorba dan LGBT sebagai pelarian. Itu salah dan tidak benar," ujarnya ketika membuka Seminar Nasional di Kampus Univesitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol  Padang, Minggu, 11 Maret 2018. 

Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten  Pessel, Pembina IMPPS Drs. Yulizar Yunus dan beberapa narasumber lainnya.  

"Ananda, hidup ini adalah perjuangan yang tak kenal kata menyerah. Segala sesuatu yang dicita-citakan, mesti kita berkorban,  bekerja,  berusaha sekuat hati agar mendapatkan segala mimpi dan harapan yang diinginkan," ujarnya.  

Kegagalan itu, kata Nasrul Abit, merupakan hal yang biasa. Tapi jangan membuat diri jadi patah arang dan melarikan diri pada hal-hal yang merusak diri sendiri.  

"Kita harus bangkit menjadi yang terbaik.  Tidak ada alasan untuk surut jika gagal,  dan terus mencoba kembali hingga berhasil karena saat ini persaingan global telah menanti diri dalam persaingan dengan negara-negara sahabat," ungkapnya.

Ia berharap banyak kepada generasi muda. Apatah lagi, saat ini jumlah generasi muda sudah semakin besar dan merupakan kekuatan bangsa memajukan negeri tercinta. 

"Saat ini, 75 persen penyakit Aids dan HIV  berasal dari perbuatan sek menyimpang LGBT dan narkoba. Dan dari data sementara yang didapat berbagai pihak, LGBT terbesar Indonesia itu berasal dari Sumatera Barat," cakapnya. 

Saat ini, katanya, pihaknya bersama tim sedang melakukan pendataan yang lebih detail dan diperkirakan pada akhir maret ini selesai. Setelah itu, baru dipetakan titik persoalan dan tindakan apa yang akan disepakati dalam menumpas LGBT di Sumatera Barat. 

"Kehidupan LGBT adalah kehidupan yang semua agama melarang dan tidak baik disegi kesehatan.  Dan dalam budaya Minang dengan filosofi "Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)" jelas-jelas tidak ada dalam budaya dan adat kita," tegasnya.  

Wagub menyampaikan keprihatinan dengan kondisi Sumbar saat ini, di mana anak perempuan sekamar bisa lesbian,  anak laki-laki sekamar bisa gay dan jika anak perempuan dan laki-laki sekamar belum nikah, maka lebih gawat lagi. 

"Ibarat buah simalakama, karena begitu dahsyatnya ancaman LGBT di Sumbar,  dan baru kita ketahui pula ketua perhimpunan LGBT Indonesia orang Minang. Data LGBT yang beroperasi di Padang ada 100 orang dan 150 orang laki-laki itu telah beristri," ujarnya.

"Sedih dan pilu hati kita mengetahui ini. Betapa tatanan budaya Minang nan elok ini dicoreng dengan prilaku generasi Minang dengan melakukan perbuatan yang amat dibenci Allah SWT," urainya.  

Melihat kondisi tersebut, ujar wagub, pihaknya akan menggelar rapat bersama Forkopimda, MUI,  LKAAM,  Bundo Kanduang, tokoh pemuda serta stekholder lainnya. 

Editor: Zamri Yahya
Laporan: Zardi

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *