BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Nasrul Abit mengajak warga kota untuk memilih calon Walikota yang benar-benar memiliki kecintaan kepada daerah dan mau bekerja untuk rakyat. Seorang calon Walikota yang cerdas dan memiliki visi yang jelas untuk memajukan kota.
"Oleh karena itu dalam rangka menyukseskan pemilihan Kepala Daerah tahun ini diharapkan keikutsertaan datang ke TPS memilih Walikota yang benar-benar cinta daerah dan memiliki visi yang jelas bagaimana memajukan kota ini serta meningkatkan sejahteraan masyarakat," ujarnya ketika memimpin rombongan tim safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat di masjid Hidayah Kecamatan Guguak Malintang Kota Padang Panjang, Kamis, 24 Mei 2018 malam.
Ia mengatakan, masyarakat Padang Panjang memiliki sumberdaya manusia yang baik dan cerdas. Kemampuan SDM daerah ini telah banyak melahirkan tokoh-tokoh daerah dan nasional. Dengan SDM Padang Panjang yang begitu tinggi, tentu akan mudah untuk menentukan pilihan walikota yang mampu membawa kebaikan akan kemajuan kota ini serta mengundang berkah Allah SWT.
Hadir dalam kesempatan itu, Asisten Pembangunan dan Kesra, Pjs Walikota Irwan S. Sos. MM, Forkopimda Padang Panjang, Kadis Perikanan, Kadis PSDA, Bappeda, Biro Binmental dan Kesra serta Biro Humas.
Menurutnya, dalam pemikiran orang Minang, sosok kreteria yang akan dipilih untuk jadi pemimpinan ada tiga. Pertama, takah. Takah yang dimaksudkan sosok yang memang dari sisi penampilanya gagah, memiliki karisma yang dapat dipercaya.
Kedua, tokoh, yaitu dimana sosok itu dikenal dan mengenal apa yang akan dipimpinnya. Aktifitas dirinya selama ini memperlihatkan kepribadian yang peduli disenangi banyak orang karena baik dan pintar serta menjadi idola dan kebanggaan banyak orang.
Ketiga, tageh, artinya sosok yang dikenal pekerja keras dan mau kerja bagi kepentingan masyarakat dan daerah yang akan dipimpinannya. Sosok yang tidak kenal waktu dalam bekerja memberikan yang terbaik bagi daerah dan semua orang.
"Ketiga keteria ini menjadi acuan pantas atau tidaknya bagi masyarakat Minang, ketika memilih pemimpin atau utusan mewakilinya," ungkapnya.
Dikatakannya, Kota Padang Panjang adalah kota penjangga dari Kota Bukittinggi. Ramainya orang berkunjung ke Bukittinggi, Padang Panjang juga dapat menikmati keramaian aktifitas tersebut. Jangan Kota Padang Panjang hanya mendapat keramaian karena macetnya saja, akan tetapi Padang Panjang juga menjadi tenpat kunjungan orang karena ada sesuatu yang menarik sebelum ke Bukittinggi.
"Pemimpin yang akan dipilih itu mesti memiliki visi yang mampu mengembangkan Kota Padang Panjang lebih baik membawa perubahan akan kemajuan dan kesejahteraan bagi warga kotanya. Masyarakat Padang Panjang orangnya telah memiliki pemikiran yang maju dan pintar-pintar, karena itu jika tidak ikut serta memilih daerah akan berdampak kerugian bagi kemajuan daerah. Amat diharapkan pemilih berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas pula," pungkasnya.
"Oleh karena itu, pilihlah orang-orang yang tepat, orang yang cinta dan fanatik kepada daerahnya, sehingga masyarakatpun akan termotivasi akan kebanggaan dan mau kerja untuk daerah demi kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Nasrul Abit.
Pjs. Walikota Irwan, S.Sos, MM, menyampaikan, jumlah penduduk Kota Padang Panjang 53 ribu jiwa, yang memiliki hak pilih 35 ribu orang. Dari data yang ada sementara pada pilkada pemilihan gubernur hanya 44% sebesar 15 ribu, penduduk yang ikut serta. Dan pada pikada lalu pileg dan walikota hanya 60 % .
"Pelaksanaan pilkada tahun 2018 kita menargetkan pemilih sampai 75 % dan pada pileg serta presiden nantinya target mencapai 77,8 % . Mari kita gunakan hak suara sebaik-baiknya untuk dapat pemimpin yang berkarakter untuk kemajuan Padang Panjang yang lebih baik," ajak Irwan.
Editor: Zamri Yahya
Laporan: Zardi Syahrir
"Oleh karena itu dalam rangka menyukseskan pemilihan Kepala Daerah tahun ini diharapkan keikutsertaan datang ke TPS memilih Walikota yang benar-benar cinta daerah dan memiliki visi yang jelas bagaimana memajukan kota ini serta meningkatkan sejahteraan masyarakat," ujarnya ketika memimpin rombongan tim safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat di masjid Hidayah Kecamatan Guguak Malintang Kota Padang Panjang, Kamis, 24 Mei 2018 malam.
Ia mengatakan, masyarakat Padang Panjang memiliki sumberdaya manusia yang baik dan cerdas. Kemampuan SDM daerah ini telah banyak melahirkan tokoh-tokoh daerah dan nasional. Dengan SDM Padang Panjang yang begitu tinggi, tentu akan mudah untuk menentukan pilihan walikota yang mampu membawa kebaikan akan kemajuan kota ini serta mengundang berkah Allah SWT.
Hadir dalam kesempatan itu, Asisten Pembangunan dan Kesra, Pjs Walikota Irwan S. Sos. MM, Forkopimda Padang Panjang, Kadis Perikanan, Kadis PSDA, Bappeda, Biro Binmental dan Kesra serta Biro Humas.
Menurutnya, dalam pemikiran orang Minang, sosok kreteria yang akan dipilih untuk jadi pemimpinan ada tiga. Pertama, takah. Takah yang dimaksudkan sosok yang memang dari sisi penampilanya gagah, memiliki karisma yang dapat dipercaya.
Kedua, tokoh, yaitu dimana sosok itu dikenal dan mengenal apa yang akan dipimpinnya. Aktifitas dirinya selama ini memperlihatkan kepribadian yang peduli disenangi banyak orang karena baik dan pintar serta menjadi idola dan kebanggaan banyak orang.
Ketiga, tageh, artinya sosok yang dikenal pekerja keras dan mau kerja bagi kepentingan masyarakat dan daerah yang akan dipimpinannya. Sosok yang tidak kenal waktu dalam bekerja memberikan yang terbaik bagi daerah dan semua orang.
"Ketiga keteria ini menjadi acuan pantas atau tidaknya bagi masyarakat Minang, ketika memilih pemimpin atau utusan mewakilinya," ungkapnya.
Dikatakannya, Kota Padang Panjang adalah kota penjangga dari Kota Bukittinggi. Ramainya orang berkunjung ke Bukittinggi, Padang Panjang juga dapat menikmati keramaian aktifitas tersebut. Jangan Kota Padang Panjang hanya mendapat keramaian karena macetnya saja, akan tetapi Padang Panjang juga menjadi tenpat kunjungan orang karena ada sesuatu yang menarik sebelum ke Bukittinggi.
"Pemimpin yang akan dipilih itu mesti memiliki visi yang mampu mengembangkan Kota Padang Panjang lebih baik membawa perubahan akan kemajuan dan kesejahteraan bagi warga kotanya. Masyarakat Padang Panjang orangnya telah memiliki pemikiran yang maju dan pintar-pintar, karena itu jika tidak ikut serta memilih daerah akan berdampak kerugian bagi kemajuan daerah. Amat diharapkan pemilih berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas pula," pungkasnya.
"Oleh karena itu, pilihlah orang-orang yang tepat, orang yang cinta dan fanatik kepada daerahnya, sehingga masyarakatpun akan termotivasi akan kebanggaan dan mau kerja untuk daerah demi kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Nasrul Abit.
Pjs. Walikota Irwan, S.Sos, MM, menyampaikan, jumlah penduduk Kota Padang Panjang 53 ribu jiwa, yang memiliki hak pilih 35 ribu orang. Dari data yang ada sementara pada pilkada pemilihan gubernur hanya 44% sebesar 15 ribu, penduduk yang ikut serta. Dan pada pikada lalu pileg dan walikota hanya 60 % .
"Pelaksanaan pilkada tahun 2018 kita menargetkan pemilih sampai 75 % dan pada pileg serta presiden nantinya target mencapai 77,8 % . Mari kita gunakan hak suara sebaik-baiknya untuk dapat pemimpin yang berkarakter untuk kemajuan Padang Panjang yang lebih baik," ajak Irwan.
Editor: Zamri Yahya
Laporan: Zardi Syahrir
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »
