BENTENGSUMBAR. COM - Putri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Hanum Rais, mendapat sindiran dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena membandingkan Ratna Sarumpaet dengan pahlawan wanita asal Aceh, Cut Nyak Dien. PAN pun meradang.
Sindiran dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berawal dari video yang di-posting oleh Hanum di akun media sosialnya. Dalam video itu, terlihat Hanum berbicara di samping Ratna Sarumpaet, yang sempat disebut baru mengalami penganiayaan.
Hanum menyampaikan rasa ibanya untuk Ratna, yang wajahnya terlihat masih sedikit lebam. Video itu dibuat seusai pertemuan Ratna dengan capres sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan tim pemenangannya, termasuk Amien Rais, Selasa, 2 Oktober 2018.
Hanum ikut dalam pertemuan itu. Sembari menitikkan air mata, Hanum menyamakan Ratna dengan sosok Kartini dan Cut Nyak Dien.
"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet. Saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini, Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman," ujar Hanum Rais dalam video itu.
Sehari setelah video itu diambil, polisi mengungkap tidak ada bukti penganiayaan terhadap Ratna seperti yang diungkap oleh sejumlah anggota timses Prabowo-Sandi. Pada hari yang sama, Ratna mengakui telah berbohong. Ia menyatakan tidak pernah mendapat kekerasan fisik. Mukanya lebam merupakan efek setelah operasi sedot lemak.
Setelah pengakuan Ratna, video tersebut dihapus oleh Hanum. Hanya, video itu telanjur menyebar di media sosial. Banyak kritik dilontarkan karena Hanum menyamakan Ratna dengan Cut Nyak Dien dan Kartini.
Buntut dari video itu, TKN Jokowi-Ma'ruf lalu mengirimkan buku sejarah untuk Hanum. Pemberian buku itu seperti sindiran bagi Hanum karena menyetarakan Ratna dengan pahlawan yang berjasa bagi bangsa.
"Ini buku sejarah. Nanti bidang perempuan TKN, nanti sore akan mengirimkan buku sejarah itu kepada Mbak Hanum Rais supaya memahami betul siapa Cut Nyak Dien dan siapa Ibu Kartini," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober2018.
Sekjen PDI Perjuangan itu berharap buku ini bisa membuat Hanum lebih mudah memberi perbandingan antar-tokoh nasional. Buku yang diberikan Hasto cs merupakan buku pelajaran sejarah tingkat SMP.
"Dengan demikian, ke depan tidak lebih mudah membuat perbandingan antara tokoh pahlawan bangsa yang jadi simbolisasi pergerakan perjuangan kaum perempuan Indonesia itu kemudian diturunkan kehormatan hanya pada persoalan politik elektoral," ucapnya.
"(Ini) buku sejarah SMP. Itu mau kita kasih untuk memahami sejarah ibu kita Kartini dan sejarah perjuangan bangsa. Dikirimkan pakai Go-Jek saja," sambung Hasto.
Aksi Timses Jokowi membuat PAN berang. Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menilai tindakan timses Jokowi-Ma'ruf tersebut kekanak-kanakan. Pasalnya, Hanum telah meminta maaf atas tindakannya yang ikut menyuarakan kebohongan eks jurkamnas Prabowo-Sandi itu.
"Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin terlalu kekanak-kanakan. Hanum Rais sendiri sudah mengakui bahwa dia menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Bahkan secara terbuka, dia pun sudah mengucapkan permohonan maaf," ujar Saleh kepada wartawan, Jumat, 5 Oktober 2018.
Saleh pun meminta timses Jokowi-Ma'ruf memahami situasi Hanum, yang menyebut Ratna sebagai Cut Nyak Dien.
"Mbak Hanum sudah menyampaikan permohonan maaf resmi. Ada di akun medsos-nya. Banyak orang yang memahami situasi Mbak Hanum dalam kasus ini. Sebaiknya Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun bisa memahami," tuturnya.
Bukan hanya Saleh, Ketua DPP PAN Yandri Susanto juga memberikan pembelaan untuk Hanum. Apalagi Hanum menjadi salah satu dari 17 orang yang dilaporkan Farhat Abbas cs terkait penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.
Yandri menyebut Hanum tak bisa disalahkan lantaran pernah ikut berkomentar membela Ratna soal hoax penganiayaan. Sebab, kata dia, Hanum hanya bersimpati.
"Tentu kalau untuk menelusuri itu benar apa nggak, kan mungkin perlu waktu dan perlu alat yang memang dimiliki oleh negara. Sementara kayak Hanum, kayak Pak Amien, dan lainnya kan nggak punya alat untuk itu. Dia masuk rumah sakit mana, transaksinya gimana, kan nggak punya," ucap Yandri.
"Jadi sekali lagi, kalau Hanum, Pak Amien, Fadli Zon, dan lain-lain kan korban kebohongan Ratna Sarumpaet," tambahnya.
Dalam kasus hoax Ratna ini, Hanum sudah dipanggil pihak kepolisian untuk diperiksa. Selain Hanum, sang ayah juga turut dipanggil. Namun hari ini keduanya belum memenuhi agenda pemeriksaan itu.
"Ya, saya dapat info seperti itu (Amien Rais diperiksa) dan putrinya, ya (Hanum Rais)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung PTIK, Jalan Tirtayasa VI, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.
Sikap Hanum yang menyamakan Ratna dengan Cut Nyak Dien mendapat protes dari aktivis perempuan Aceh, Asiah Uzia. Ia tak terima sosok Pahlawan Nasional yang sangat dihormati masyarakat Aceh tersebut disetarakan dengan Ratna.
"Tindakan Hanum menyamakan Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien sama saja merendahkan derajat Pahlawan Nasional asal Aceh tersebut. Cut Nyak Dien sangat dihormati dan diayomi oleh rakyat Aceh dan rakyat Indonesia," sebut Asiah, Jumat, 5 Oktober 2018.
Asiah menilai tindakan Hanum menyebut Ratna Sarumpaet sebagai sosok Cut Nyak Dien masa kini telah melahirkan pencemaran nama baik Pahlawan Nasional tersebut. Asiah meminta Hanum menghayati perjuangan besar yang telah dilakukan Cut Nyak Dien untuk kemerdekaan Indonesia. Ia menuntut Hanum secara terbuka mencabut pernyataannya.
"Sehingga tidak dengan mudah mempolitisasinya hanya untuk kepentingan sesaat. Dan meminta maaf kepada rakyat Aceh. Semoga ini bisa bermanfaat untuk kemajuan peradaban Indonesia dan Aceh," tuntut Asiah.
(Sumber: detik.com)
Sindiran dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berawal dari video yang di-posting oleh Hanum di akun media sosialnya. Dalam video itu, terlihat Hanum berbicara di samping Ratna Sarumpaet, yang sempat disebut baru mengalami penganiayaan.
Hanum menyampaikan rasa ibanya untuk Ratna, yang wajahnya terlihat masih sedikit lebam. Video itu dibuat seusai pertemuan Ratna dengan capres sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan tim pemenangannya, termasuk Amien Rais, Selasa, 2 Oktober 2018.
Hanum ikut dalam pertemuan itu. Sembari menitikkan air mata, Hanum menyamakan Ratna dengan sosok Kartini dan Cut Nyak Dien.
"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet. Saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini, Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman," ujar Hanum Rais dalam video itu.
Sehari setelah video itu diambil, polisi mengungkap tidak ada bukti penganiayaan terhadap Ratna seperti yang diungkap oleh sejumlah anggota timses Prabowo-Sandi. Pada hari yang sama, Ratna mengakui telah berbohong. Ia menyatakan tidak pernah mendapat kekerasan fisik. Mukanya lebam merupakan efek setelah operasi sedot lemak.
Setelah pengakuan Ratna, video tersebut dihapus oleh Hanum. Hanya, video itu telanjur menyebar di media sosial. Banyak kritik dilontarkan karena Hanum menyamakan Ratna dengan Cut Nyak Dien dan Kartini.
Buntut dari video itu, TKN Jokowi-Ma'ruf lalu mengirimkan buku sejarah untuk Hanum. Pemberian buku itu seperti sindiran bagi Hanum karena menyetarakan Ratna dengan pahlawan yang berjasa bagi bangsa.
"Ini buku sejarah. Nanti bidang perempuan TKN, nanti sore akan mengirimkan buku sejarah itu kepada Mbak Hanum Rais supaya memahami betul siapa Cut Nyak Dien dan siapa Ibu Kartini," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober2018.
Sekjen PDI Perjuangan itu berharap buku ini bisa membuat Hanum lebih mudah memberi perbandingan antar-tokoh nasional. Buku yang diberikan Hasto cs merupakan buku pelajaran sejarah tingkat SMP.
"Dengan demikian, ke depan tidak lebih mudah membuat perbandingan antara tokoh pahlawan bangsa yang jadi simbolisasi pergerakan perjuangan kaum perempuan Indonesia itu kemudian diturunkan kehormatan hanya pada persoalan politik elektoral," ucapnya.
"(Ini) buku sejarah SMP. Itu mau kita kasih untuk memahami sejarah ibu kita Kartini dan sejarah perjuangan bangsa. Dikirimkan pakai Go-Jek saja," sambung Hasto.
Aksi Timses Jokowi membuat PAN berang. Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menilai tindakan timses Jokowi-Ma'ruf tersebut kekanak-kanakan. Pasalnya, Hanum telah meminta maaf atas tindakannya yang ikut menyuarakan kebohongan eks jurkamnas Prabowo-Sandi itu.
"Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin terlalu kekanak-kanakan. Hanum Rais sendiri sudah mengakui bahwa dia menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Bahkan secara terbuka, dia pun sudah mengucapkan permohonan maaf," ujar Saleh kepada wartawan, Jumat, 5 Oktober 2018.
Saleh pun meminta timses Jokowi-Ma'ruf memahami situasi Hanum, yang menyebut Ratna sebagai Cut Nyak Dien.
"Mbak Hanum sudah menyampaikan permohonan maaf resmi. Ada di akun medsos-nya. Banyak orang yang memahami situasi Mbak Hanum dalam kasus ini. Sebaiknya Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun bisa memahami," tuturnya.
Bukan hanya Saleh, Ketua DPP PAN Yandri Susanto juga memberikan pembelaan untuk Hanum. Apalagi Hanum menjadi salah satu dari 17 orang yang dilaporkan Farhat Abbas cs terkait penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.
Yandri menyebut Hanum tak bisa disalahkan lantaran pernah ikut berkomentar membela Ratna soal hoax penganiayaan. Sebab, kata dia, Hanum hanya bersimpati.
"Tentu kalau untuk menelusuri itu benar apa nggak, kan mungkin perlu waktu dan perlu alat yang memang dimiliki oleh negara. Sementara kayak Hanum, kayak Pak Amien, dan lainnya kan nggak punya alat untuk itu. Dia masuk rumah sakit mana, transaksinya gimana, kan nggak punya," ucap Yandri.
"Jadi sekali lagi, kalau Hanum, Pak Amien, Fadli Zon, dan lain-lain kan korban kebohongan Ratna Sarumpaet," tambahnya.
Dalam kasus hoax Ratna ini, Hanum sudah dipanggil pihak kepolisian untuk diperiksa. Selain Hanum, sang ayah juga turut dipanggil. Namun hari ini keduanya belum memenuhi agenda pemeriksaan itu.
"Ya, saya dapat info seperti itu (Amien Rais diperiksa) dan putrinya, ya (Hanum Rais)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung PTIK, Jalan Tirtayasa VI, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.
Sikap Hanum yang menyamakan Ratna dengan Cut Nyak Dien mendapat protes dari aktivis perempuan Aceh, Asiah Uzia. Ia tak terima sosok Pahlawan Nasional yang sangat dihormati masyarakat Aceh tersebut disetarakan dengan Ratna.
"Tindakan Hanum menyamakan Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien sama saja merendahkan derajat Pahlawan Nasional asal Aceh tersebut. Cut Nyak Dien sangat dihormati dan diayomi oleh rakyat Aceh dan rakyat Indonesia," sebut Asiah, Jumat, 5 Oktober 2018.
Asiah menilai tindakan Hanum menyebut Ratna Sarumpaet sebagai sosok Cut Nyak Dien masa kini telah melahirkan pencemaran nama baik Pahlawan Nasional tersebut. Asiah meminta Hanum menghayati perjuangan besar yang telah dilakukan Cut Nyak Dien untuk kemerdekaan Indonesia. Ia menuntut Hanum secara terbuka mencabut pernyataannya.
"Sehingga tidak dengan mudah mempolitisasinya hanya untuk kepentingan sesaat. Dan meminta maaf kepada rakyat Aceh. Semoga ini bisa bermanfaat untuk kemajuan peradaban Indonesia dan Aceh," tuntut Asiah.
(Sumber: detik.com)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »