DPRD Padang

PADANG

SUMBAR

Latif

Mundur dari 212, Usamah Imbau Pilih Pemimpin Taat Ibadah

          Mundur dari 212, Usamah Imbau Pilih Pemimpin Taat Ibadah
Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam.
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye
Mundur dari 212, Usamah Imbau Pilih Pemimpin Taat Ibadah
BENTENGSUMBAR. COM - Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengimbau seluruh kader untuk memilih capres-cawapres yang taat beribadah. Amanat serupa juga diberikan dalam memilih calon anggota legislatif.

"Parmusi mengarahkan para kader dan da'i untuk memilih figur caleg dan capres-cawapres yang taat beribadah," ucap Usamah, Selasa, 27 November 2018.

Usamah sebelumnya mengundurkan diri dari anggota penasihat Persaudaraan Alumni 212. Menurutnya, gerakan PA 212 sudah tidak sesuai dengan semangat awal, yakni aksi bela Islam yang berangkat dari esensi Al Maidah 51.

Usamah juga tidak sepakat dengan sikap PA 212 yang ikut mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 berdasarkan hasil Ijtima Ulama II. Menurut Usamah, PA 212 seharusnya memilih capres yang merupakan sosok muslim kafah atau sempurna sesuai Al Maidah 51. 

Meski begitu, Usamah tidak meminta kader untuk memilih capres-cawapres yang menjadi lawan Prabowo. Dia hanya membebaskan para kader untuk menilai sendiri siapa sosok yang taat beribadah dan patut dipilih. 

"Tidak memilih partai, tapi memilih orang. Partai apapun silakan asalkan taat beribadah. Yang tahu ya orang setempat. Pasangan yang taat beribadah sesuai penilaian masing -masing," ujar Usamah.

Usamah juga tidak menyebut bahwa arahan yang bersifat membebaskan itu buntut dari sikapnya yang mundur dari PA 212.

Dia mengklaim Parmusi sudah memutuskan sikap tegas berdasarkan Mukernas 24-26 September lalu di Gunung Gede-Pangrango.

"Keputusannya bahwa Parmusi sebagai institusi tidak akan menentukan pilihan," kata Usamah.

"Kalau bukan Habib Rizieq, ya Zulkifili Hasan, atau Yusril Ihza, atau Tuan Guru Bajang. Kalau tentara, kan ada Gatot Nurmantyo yang lebih dekat dengan Islam," ucap Usamah.

Usamah pun menilai 17 poin yang dihasilkan dalam Ijtima Ulama tidak sesuai dengan semangat PA 212 yang selama ini mendambakan penerapan syariat Islam. Dia menyebut tidak ada satu pun poin yang menyinggung penerapan syariat Islam.

"Ada enggak yang mengatakan kata ekonomi syariah misalnya. Ada enggak? Satu pun enggak ada. coba cek. kenapa ini enggak ada? Katanya yang mau perjuangkan syariat Islam," ucap Usamah.

(cnni)
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *