PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Ratusan Mahasiswi Bercadar Urus Pindah Memilih ke KPU Jember

          Ratusan Mahasiswi Bercadar Urus Pindah Memilih ke KPU Jember
Ratusan orang mahasiswi bercadar dari Sekolah Tinggi Dirasat Islam Imam Syafi’i mendatangi kantor KPU Jember.
Ratusan Mahasiswi Bercadar Urus Pindah Memilih ke KPU Jember
BENTENGSUMBAR. COM - Ratusan orang mahasiswi bercadar dari Sekolah Tinggi Dirasat Islam Imam Syafi’i mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama beberapa hari ini.

Mereka sedang mengurus dokumen A5 atau pindah memilih dengan difasilitasi pengelola kampus. “Mahasiswa dan mahasiswi STDI ini hampir 90 persen adalah warga non Jember, sehingga mereka ingin kami bantu pengurusan dokumen A5,” kata Muhammad Yogi, salah satu dosen.

STDI memiliki kurang lebih 500 mahasiswa dan 300 mahasiswi. Mereka berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Bali. Warga Jember yang kuliah di sana tak lebih dari 30 orang. Sebanyak 145 mahasiswi sudah mengurus ke KPU pekan sebelumnya secara mandiri tanpa dikoordinasi kampus. Rabu kemarin ada 56 mahasiswi.

“Total mahasiswi yang telah dan akan memindahkan hak pilihnya adalah 281 mahasiswi. Itu data sementara yang bisa saya bantu himpun. Adapun mahasiwa tidak bisa saya lacak jumlahnya totalnya, karena mobilitas mereka lebih mudah dan gampang, serta tidak membutuhkan izin untuk keluas asrama,” kata Yogi.

“Kampus hanya memfasilitasi. Mereka di kampus tidak ada kendaraan, terutama yang mahasiswi diasramakan. Nah, untuk mempermudah, kami bantu. Niat awalnya mau dikolektifkan, tapi oleh KPU, tidak diizinkan, harus datang langsung. Akhirnya (mahasiswa dan mahasiswi) yang mau mengindahkan hak pilihnya kami antarkan tanpa paksaan,” kata Yogi.

Jumat, 8 Februari 2019 ini tak ada mahasiswa dan mahasiswi STDI yang mengurus, karena ada kegiatan internal kampus. “Rencananya, Sabtu atau Ahad, ada 45 orang mahasiswi lagi yang mengurus,” kata Yogi.

STDI akan memfasilitasi sampai semua mahasiswa dan mahasiswi yang ingin pindah memilih tertunaikan hak mereka. “Kampus STDI Imam Syafi’i menghargai hak konstitusi masing-masing mahasiwa dan mahasiswinya,” kata Yogi.

STDI juga tidak mempengaruhi mahasiswa dan mahasiswi untuk memilih calon presiden atau partai tertentu. “Terserah mahasiswa. Tidak ada imbauan,” kata dosen pengajar ilmu fikih ini.

(Source: beritajatim.com )
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *