PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda
Sumbar

Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

          Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
Gubernur Irwan Prayitno saat memberikan kata sambuatan pada Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM se Sumbar.
Gubernur Irwan Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
BENTENGSUMBAR. COM - Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Prof. DR. H. Irwan Prayitno, P. Si, M. Sc, Datuk Rajo Bandaro Basa menekankan pentingnya kegiatan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM). 

Demikian Gubernur Irwan Prayitno pada saat memberikan kata sambuatan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Koperasi dan UMKM se Sumatera Barat (Sumbar) di Emersia Hotel Batusangkar, Selasa, 5 Maret 2019. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kota se Sumbar dan para undangan lainnya.

Pasalnya, jelas Gubernur Irwan, koperasi merupakan wadah perekonomian masyarakat, untuk itu pemerintah perlu memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dalam  koordinasi kebijakan dan integrasi perencanaan serta sinkronisasi program pembangunan ekonomi daerah. 

Gubenur Irwan Prayitno mengharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota terus membina dan mengembangkan koperasi. Agar semakin banyak yang tumbuh dengan baik di kawasan-kawasan dengan produk unggulan tersebut.

Pihaknya mengatakan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan koperasi tidaklah mudah, penuh tantangan dan kendala, diperlukan perhatian serta komitmen yang tinggi. Upaya tersebut sangat penting dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan dan pihak-pihak Penggiat koperasi.


Gubernur Irwan Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
Pembukaan Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM se Sumbar. 
“Kepada Bupati dan Walikota diharapkan lebih semangat untuk membina, mendorong dan memajukan koperasi melalui kebijakan dan program pemerintah pro-rakyat, pro-koperasi dan pro-UMKM,” kata Irwan.

Irwan mengatakan untuk terus meningkatkan sinergi dan kerjasama antar koperasi atau dengan Badan Usaha lainnya, yakni dengan cara memberi dukungan dan fasilitasi baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan usaha, serta memberi kemudahan dalam mengakses perizinan maupun permodalan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan murah.

Saat ini, Sumbar terus berbenah melalui rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi. Ia mengajak semua pihak memperkuat koperasi dengan kemandirian untuk kemakmuran bersama. Selain itu, dengan tekad yang kuat dan bekerja keras, koperasi bersama dengan usaha mikro kecil dan menengah akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah.

Ia berharap, pemda kabupaten/kota harus mendorong koperasi untuk membangun jaringan usaha usaha terkait dan melakukan kemitraan dengan komoditi-komoditi lokal yang potensial, serta membantu akses permodalan ke lembaga-lembaga keuangan bank/bukan antara Iain KUR, UMI, LPDB, dan lainnya

Gubernur  lebih lanjut menyampaikan, banyaknya program Kementerian Koperasi dan UKM yang tidak terinformasikan di daerah, sehingga masih ada masyarakat yang belum tahu mengenai kredit usaha rakyat (KUR), pengurusan hak cipta bagi produk UKM di daerah, izin usaha mikro dan kecil (IUMK), dan sebagainya. 


Gubernur Irwan Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
Peserta Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM se Sumbar. 
"Seperti diketahui, sekitar 84 persen usaha yang ada di Sumbar adalah pelaku usaha mikro, dan sekitar 14 persen adalah usaha kecil. Dan hanya 0,8 persen pelaku usaha menengah. Maka dengan komposisi seperti ini pelaku usaha mikro dan kecil adalah mayoritas.  Mereka selama ini terkendala di faktor permodalan, yang merupakan faktor utama dan sering menjadi keluhan," ungkapnya.

"Karena jika melihat pengalaman, kebanyakan mereka sudah menjalankan usahanya bertahun-tahun. Mereka bisa tetap bertahan dan juga mampu menghidupi keluarganya. Ini membuktikan usaha mereka berkelanjutan dan memiliki skill serta bisa meraih keuntungan. Ini juga membuktikan bahwa usaha mereka layak dibantu. Karena jika usahanya tidak layak, mereka sudah berhenti berusaha," ujar Irwan.

Sementara, yang menjadi kendala utama bagi UMKM ini, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan, adalah mereka masih menyewa tempat usaha, bahkan termasuk berjualan ala kaki lima. Kendala ini karena dengan modal usaha yang mereka miliki hanya mampu untuk kehidupan sehari-hari, dan belum sampai pada tahap memiliki tempat usaha. Jika mereka memiliki modal yang lebih besar maka kapasitas usahanya akan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dan kemudian bisa mencicil dana untuk memiliki tempat usaha sendiri. Selain itu, mereka juga bisa mendanai untuk pemasarannya dan memperbaiki kualitas pemaketan (packaging).

Selama ini pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan, modalnya tidak besar sehingga untung yang didapat tidak besar. Dan karena modal sedikit, pedagang hanya bisa membeli barang di tingkat agen dengan margin yang tidak besar. Jika modal bisa diperbesar, pedagang bisa beli ke tingkat yang lebih tinggi dengan margin yang lebih besar atau agen dengan jumlah besar sehingga margin keuntungannya lebih besar namun biaya yang dikeluarkan tidak bertambah sehingga bisa meningkatkan keuntungan. Di sini diperlukan penambahan modal dan juga jaminan. 


Gubernur Irwan Tekankan Pentingnya Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
Peserta Rakor Pemberdayaan Koperasi dan UMKM se Sumbar. 
"Rakor ini  penting untuk menghasilkan sinkronisasi program bersama pemerintah daerah agar program yang kita keluarkan tidak tumpang tindih, efektif, dan efisien dan program pusat harus bisa tersosialisasikan kemasyarakat di kabupaten dan kota di Sumatera Barat," ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan menegaskan, setelah melakukan sinkronisasi program dengan daerah, hasil dari Rakor ini harus disosialisasikan secara efektif di daerahnya masing-masing dan sosialisasi harus terus diperkuat dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. 

Kegiatan ini Rakor Koperasi ini berlansung selama 2 (dua) hari, yaitu Selasa dan Rabu tanggal 5-6 Maret 2019 dengan tema "Memperkuat Koperasi dan UKM untuk mendukung stabilitas ekonomi daerah".

(***)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *