PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda
Latif

Neno Warisman dan Fadli Zon Tidak Penuhi Panggilan Bawaslu

          Neno Warisman dan Fadli Zon Tidak Penuhi Panggilan Bawaslu
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman.
Iklan Albert
Neno Warisman dan Fadli Zon Tidak Penuhi Panggilan Bawaslu
BENTENGSUMBAR. COM -  Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tidak memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Senin, 11 Maret 2019 terkait aksi yang diduga mengandung pelanggaran pemilu pada acara Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, 21 Faberuari 2019.

Anggota Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, mengatakan Bawaslu menjadwalkan klarifikasi dari tiga pihak dan yang memenuhi panggilan Bawaslu hari Senin hanya pihak MUI DKI Jakarta. Neno, kata Puadi, tidak menyampaikan alasan soal ketidakhadirannya dan Fadli Zon mesih berada di luar negeri.

"Kalau Pak Fadli Zon, beliau masih berada di luar negeri. Namun, Ibu Neno tidak ada kabar," ujar Puadi ketika dikonfirmasi, Senin, 11 Maret 2019 malam.

Puadi mengatakan Bawaslu sudah mengundang sejumlah terlapor pada 5 Maret 2019 lalu. Ketua MPR yang juga politisi PAN, Zulkifli Hasan, sudah memenuhi panggilan Bawaslu DKI Jakarta pada 5 Maret lalu.

"Pada 5 Maret, kami sudah mengundang beberapa terlapor yaitu Zulkifli Hasan, Fadli Zon dan Neno Warisman. Kami juga memanggil empat penyelenggara acara Munajat 212. Mereka semua merupakan terlapor dan yang memenuhi panggilan hanya Pak Zulkifli Hasan," terang Puadi.

Bawaslu, kata Puadi akan kembali melayangkan panggilan ketiga kapada Neno dan Fadli. Neno diminta hadir pada 13 Maret sementara Fadli Zon diminta hadir pada 18 Maret.

"Sampai saat ini belum ada kabar soal kesanggupan Neno hadir dalam pemanggilan Bawaslu. Sementara itu, Fadli Zon dijadwalkan bisa memenuhi panggilan Bawaslu. Informasi stafnya demikian (bisa hadir). Nah ini suratnya langsung dilayangkan hari ini untuk pemanggilan ketiga," pungkas Puadi.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta KH Munahar menegaskan, kegiatan selawat, zikir dan doa bersama yang digelar MUI DKI Jakarta bersama pengurus masjid, pimpinan majelis taklim, dan ormas Islam se-DKI Jakarta di Lapangan Monas, pada 21 Februari lalu tidak bermuatan politis. Namun acara ini mendapat protes dari sejumlah pihak karena diduga bermuatan politik.

(Source: beritasatu.com)
Iklan Alex
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *