PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Amien Rais Sebut Dalam Darah Prabowo Ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo, Ini Kata Gustika

          Amien Rais Sebut Dalam Darah Prabowo Ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo, Ini Kata Gustika
Cucu Wakil Presiden RI ke-1 Bung Hatta, yakni Gustika Jusuf Hatta.
Amien Rais Sebut Dalam Darah Prabowo Ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo, Ini Kata Gustika
BENTENGSUMBAR.COM - Cucu Wakil Presiden RI ke-1 Bung Hatta, yakni Gustika Jusuf Hatta tampak mengomentari pernyataan Ketua Dewan Pengarah Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal darah Prabowo Subianto.

Pada saat kampanye di Solo, Rabu, 10 April 2019, Amien Rais menyebut dalam darah capres nomor urut 02 itu terapat DNA Proklamator RI hingga pahlawan nasional.

Salah satu DNA yang terdapat dalam darah Prabowo Subianto itu yakni DNA Bung Hatta.

Sontak saja, pernyataan itu langsung ditanggapi oleh Gustika Jusuf Hatta yang kerap kali vokal jika nama kakeknya diseret-seret ke politik.

Sebelumnya, ia tak setuju jika kakeknya disamakan dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Tak heran jika kali ini dia kembali protes saat DNA kakeknya disebut mengalir dalam darah Prabowo Subianto.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunSolo, Amien Rais yang juga selaku Dewan Penasihat Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo- Sandi itu mengatakan, DNA yang dimaksud yakni milik Soekarno dan Moh Hatta (Bung Hatta) serta Soetomo (Bung Tomo).

"Dalam darah Prabowo ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo," terang dia saat beorasi dalam kampanye akbar yang dihadiri capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu, 10 April 2019.

"Jadi tinggal 8 hari lagi, kita cari pimpinan yang tidak menjual ke pihak asing dan aseng," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Amien Rais memberikan orasi yang diawali dengan mengutip ayat-ayat Alquran.

Lantas dia membanggakan memiliki capres seperti Prabowo karena dianggap memiliki keunggulan dan tidak membeda-bedakan.

"Saya melihat pemimpin sejati (Prabowo) harus bisa marah," ungkap dia.

"Kalau pemimpin plonga-plongo, ndak-nduk ya gimana," jelasnya menegaskan.

Mantan Ketua MPR RI itu menyindir sosok Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Diunek-unekke (dikata-katain) hilang, aku sabar, difitnah aku sabar, eh saat ini bilang aku lawan!," ungkap dia menirukan sosok Jokowi.

Rupanya pernyataan Amien Rais soal DNA Proklamator RI hingga pahlawan nasional dalam darah Prabowo Subianto itu tak disetujui oleh Gustika Jusuf Hatta.

Melalui akun Twitter miliknya, Gustika Jusuf Hatta menulis komentar menohok untuk Amien Rais.

Ia bahkan menyebut kalau pernyataan itu diakibatkan kebanyakan minum air rebusan pembalut.

Amien Rais Sebut Dalam Darah Prabowo Ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo, Ini Kata Gustika
"Begini nih kalau kebanyakan minum air rebusan pembalut bekas," tulisnya.

Tak hanya itu, Gustika Jusuf Hatta juga menanggapi pertanyaan netizen kenapa Prabowo Subianto tak pernah disamakan dengan orangtuanya sendiri.

"Heran, bapa orang melulu yg disebut," kata @griyaaaaak.

Gustika Jusuf Hatta pun memberikan alasan yang tak kalah menohok dari Tweet sebelumnya.

Amien Rais Sebut Dalam Darah Prabowo Ada DNA Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Tomo, Ini Kata Gustika
"Soalnya bapanya sendiri pemberontak jadi ga bisa terlalu dibanggain gitu deh, #ThisIsNKRI," tulisnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan Kampanye di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu,10 April 2019 merupakan kampanye terakhirnya jelang Pilpres 2019.

"Ibu Pertiwi sedang diperkosa saudara-saudara sekalian, tapi sudahlah," tuturnya.

"Ini kampanye terbuka terkahir, karena besok saya Surabaya kampanye dengan para akademis di dalam ruangan," jelasnya menegaskan.

Lantas dia tampak menjelaskan kenapa yang terakhir, karena rencana menutup kampanye akbar terbuka dalam Pemilu 2019 dilakukan di pusat Jawa Tengah (Jateng) di Semarang.

"Ya ini kampanye terakhir, tadinya kami mau ke Semarang, kami mau di lapangan Simpang Lima, katanya gak boleh?," jelasnya.

Bahkan pria yang sudah tiga berlaga kali dalam Pilpres 2019 itu, curhat dan membandingkan dengan tahun-tahun lalu.

"Saya ingat dulu, mau dengar?," jelasnya.

"Tahun 2009 saat saya wakilnya Bu Megawati, dan melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gak ada larangan kampanye ke mana-mana tuh," ungkapnya membeberkan.

Jika Pilpres 2009 lusa, dia tidak dipersulit, apalagi tidak diperbolehkan menggunakan lapangan Simpang Lima dan GOR Jati Diri Semarang.

"Akhirnya Alhamdulillah di sini di Solo," ujar dia.

"Dan yang datang luar biasanya tidak menduga massa ini, demi menyongsong perubahan dan perbaikan," katanya menegaskan disambut meriah puluhan ribu pendukungnya.

(Source: tribunnews.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *