PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Jokowi Sepakat dengan SBY Hindari Politik Identitas saat Kampanye

          Jokowi Sepakat dengan SBY Hindari Politik Identitas saat Kampanye
Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi sepakat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).
Jokowi Sepakat dengan SBY Hindari Politik Identitas saat Kampanye
BENTENGSUMBAR.COM - Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi sepakat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengenai penolakan terhadap kampanye politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat. Jokowi menegaskan, kontestasi politik semestinya diisi dengan kampanye yang mempersatukan.

"Saya sepakat sekali bahwa setiap kampanye itu yang dikemukakan kebhinekaan, keberagaman, dan yang penting adalah kesatuan kita sebagai negara," kata Jokowi usai melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 8 April 2019.

Jokowi menuturkan, pesan SBY dalam surat yang ditujukan untuk Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengingatkan kepada seluruh pihak agar mengedepankan politik yang baik. Apalagi Pilpres hanya dilaksanakan satu kali dalam lima tahun.

"Kontestasi politik ini ada setiap 5 tahun. Jangan mengorbankan kesatuan kita, persatuan, persaudaraan, kerukunan," ucapnya.

Jokowi menambahkan, selama ini dirinya mengedepankan politik beradab. Dalam setiap kampanye, Jokowi mengklaim selalu menyelipkan pesan kebhinekaan dan keragaman.

"Ya sejak awal saya tunjukkan itu keberagaman, kebhinekaan dalam seni budaya, karnaval. Saya kira itu yang memang kita hindari politik identitas, politik SARA," pungkasnya.

Diketahui, SBY mengirim surat ke tiga petinggi partainya. Presiden ke enam itu menyoroti konsep kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Stadion Gelora Bung Karno.

"Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," seperti dikutip merdeka.com dalam surat, Minggu, 7 April 2019.

SBY mengatakan seharusnya kampanye itu tak perlu ada "show of force" identitas termasuk di dalamnya identitas agama. 

(Source: merdeka.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *