PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Fadli Zon Serang Situng, Eks Komisioner KPU: Jangan-jangan Dia Tak Paham

          Fadli Zon Serang Situng, Eks Komisioner KPU: Jangan-jangan Dia Tak Paham
Mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay.
Fadli Zon Serang Situng, Eks Komisioner KPU: Jangan-jangan Dia Tak Paham
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik tak adanya sistem koreksi dini pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU. Bahkan Fadli juga meminta Situng KPU ditutup saja karena mengandung salah input yang masif. Hadar menduga Fadli Zon tidak paham tujuan Situng.

"Jangan-jangan dia sendiri tidak paham," kata mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, Senin, 6 Mei 2019.

Situng, dijelaskan Hadar, bukanlah hasil akhir karena hasil akhir yang dipakai untuk menentukan kemenangan pemilu adalah rekapitulasi hitung manual KPU.

Petugas input Situng juga tak boleh memperbaiki catatan C1 karena tugasnya hanya memasukkan data sesuai dengan C1. Bila ada kesalahan yang diketahui petugas input terdapat di C1, dia akan melaporkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) supaya diperbaiki, dan hasil perbaikannya bukan tampil di Situng, melainkan di rekapitulasi hitung manual yang akan diumumkan pada 22 Mei nanti. Petugas entri data tidak boleh mengoreksi data C1.

"Kalau ada yang keliru dari C1, petugas tidak boleh mengubah. Tugasnya hanyalah meng-entri apa adanya. Perbaikan yang dilakukan adalah untuk penghitungan manual resmi, bukan di Situng-nya," kata Hadar, pendiri dan peneliti utama Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit).

Hadar melihat, bila perbaikan dilakukan pada Situng langsung begitu ketahuan ada kesalahan pada C1, itu akan memakan waktu lama. Dia juga menilai kesalahan input juga tidak berskala besar.

"Perkiraan saya (bila perbaikan dilakukan langsung di Situng) akan merepotkan. Tapi memang Situng bukan itu tujuannya," kata Hadar. Tujuan Situng disebutnya hanya prediksi saja, bukan hasil resmi pemilu.

Sebelumnya, Jumat, 3 Mei 2019, Fadli bersama Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melakukan peninjauan langsung ke ruang server dan operation room KPU. 

Sidak yang dilakukan Fadli dan Riza berlangsung selama tiga jam. Ada lima dugaan cacat Situng KPU versi Fadli, antara lain kritik terhadap sistem koreksi pada penginputan Situng.

"Kelemahan pertama, menurut Fadli, terletak pada sistem penghitungan yang dibangun. Situng KPU saat ini tak dilengkapi sistem koreksi dini pada tahapan input data. Padahal untuk menerapkan fungsi tersebut, menurut beberapa ahli IT, hanya membutuhkan bahasa pemrograman yang sederhana," demikian kata Fadli dalam catatan seusai sidak dan peninjauan bersama Riza.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *