PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Mustofa Nahrawardaya Tak Diakui Muhammadiyah, Dahnil Anzar Meradang

          Mustofa Nahrawardaya Tak Diakui Muhammadiyah, Dahnil Anzar Meradang
Dahnil Anzar, mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.
Mustofa Nahrawardaya Tak Diakui Muhammadiyah, Dahnil Anzar Meradang
BENTENGSUMBAR.COM - Usai ditangkap Bareskrim Polri, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa Mustofa Nahrawardaya bukan lagi pengurus. Ia disebut sudah tidak lagi aktif di Muhammadiyah.

Penegasan tersebut disampaikan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menanggapi penangkapan Mustofa terkait cuitannya di akun Twitter pribadinya terkait kerusuhan Jakarta 21-22 Mei lalu.

Menanggapi hal tersebut, Dahnil Anzar melancarkan protes dan tak terima. Ia menegaskan bahwa sejawatnya itu masih aktif sebagai pengurus PP Muhammadiyah.

Sampai saat ini, Dahnil menyebut, Mustofa masih tercatat sebagai salah satu anggota Divisi Broadcasting dan Informasi Publik di Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah periode 2015-2020.

Demikian disampaikan mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu melalui akun Twitter pribadinya, Minggu, 26 Mei 2019 malam.

“Pernyataan Mas Abdul Muti sy kira sangat tdk bijaksana. Setahu saya mas Mustofa Nahra masih dan aktif sebagai Anggota Majelis Pustaka dan Informasi,” cuitnya.

Koordinator Jurubicara BPN Prabowo-Sandi itu menambahkan, Mustofa selama ini juga masih melakukan banyak aktivitas mewakili nama Muhammadiyah.

“Dia banyak berkegiatan dan membantu serta mewakili kegiatan-kegiatan majelis. Sama halnya dengan saya juga masih aktif sebagai Wakil Ketua Majelis,” lanjut Dahnil.

Untuk menguatkan pernyataannya itu, Dahnil pun menunjukkan tangkapan layar daftar pengurus PP Muhammadiyah yang terdapat nama politisi Partai Amanaat Nasional (PAN) itu.

Dalam tangkapan layar tersebut, memang terdapat nama Koordinator Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

“Berikut daftar lengkap susunan pengurus MPI, dan Mas Mustofa masih aktif berkegiatan dalam dakwah @muhammadiyah” demikian caption yang ia sertakan.

Sebaliknya, ia menyebut Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti sudah sangat tidak bijak dengan membuat pernyataan yang keliru.

“Jadi bila Mas Abdul Muti, Sekretaris PP Muhammadiyah menyebutkan bukan pengurus saya kira beliau sangat tidak bijak,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Mustofa bukan pengurus dan tidak lagi aktif di Muhammadiyah.

Hal itu disampaikannya usai acara peletakan batu pertama di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Minggu, 26 Mei 2019.

“Enggak (pengurus). Dia tidak aktif di Muhammadiyah,” kata Abdul Mu’ti .

Dalam kesempatan itu, Mu’ti juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah polisi yang menetapkan Mustofa sebagai tersangka.

“Saya kira proses yang memang sudah dilakukan dengan data-data dan fakta yang kuat oleh kepolisian,” tegasnya.

Ia meyakini, Mustofa pun akan mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Atas kasus yang menimpa Mustofa itu, pihaknya meminta kepada kader Muhammadiyah agar bijak menyikapi hasil pemilu dan menyerahkan pada mekanimes serta jalur konstitusional.

“Semua pihak harus kembali kepada kesadaran bersama bahwa Indonesia ini bisa menjadi kuat, Indonesia bisa menjadi hebat kalau kita bersatu,” tuturnya.

Saat ini, sambungnya, adalah saat yang tepat untuk kembali kepada aktivitas masing-masing.

“Dan semua juga sudah sepakat bahwa persoalan sengketa pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusi yaitu di Mahkamah Konstitusi,” imbuh Mu’ti.

(Source: pojoksatu.id)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *