PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

KPU Curiga Amplop Suara dari Relawan 02, Tim 01 Ancang-ancang Langkah Hukum

          KPU Curiga Amplop Suara dari Relawan 02, Tim 01 Ancang-ancang Langkah Hukum
Komisioner KPU Hasyim Asyari. KPU Curiga Amplop Suara dari Relawan 02.
KPU Curiga Amplop Suara dari Relawan 02, Tim 01 Ancang-ancang Langkah Hukum
BENTENGSUMBAR.COM - Amplop cokelat yang dibawa relawan 02, Beti Kristiana saat bersaksi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) jadi pembahasan. Amplop yang dibawa-bawa ke persidangan dicurigai pihak KPU karena rupa tulisan identik meski tertulis amplop dari TPS berbeda. 

Komisioner KPU Hasyim Asyari, dalam sidang di MK menyebut keterangan pada amplop cokelat surat suara seharusnya diisi oleh Ketua KPPS. Selain itu, menurut KPU bila amplop digunakan maka akan ditulis jumlah surat suara yang dimasukkan dalam amplop.

"Karena kosong kami tidak bisa pastikan apakah ini amplop membungkus surat suara sah, kalau dipakai berarti ada tulisan sekian lembar," kata Hasyim Asyari dalam sidang gugatan hasil Pilpres di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Juni 2019 malam. 

Amplop cokelat ini sempat difoto tim KPU dan Bawaslu karena hakim MK meminta agar KPU menyerahkan amplop pembanding berkaitan dengan Pilpres di Juwangi, Boyolali, Jateng. Beberapa saat kemudian, KPU sebagai pihak termohon meminta foto beberapa amplop yang dibawa relawan 02 sebagai saksi karena 'curiga' dengan tulisan pada keterangan amplop yang disebut identik. 

"Kami melihat kecenderungan tulisan sama, kami mohon memfoto karena tulisan serupa padahal (amplop) dari TPS berbeda," sebut tim hukum KPU Ali Nurdin.

Soal amplop cokelat yang dibawa saksi Prabowo, Beti, hakim konstitusi Suhartoyo menanyakan ke tim Prabowo soal diserahkan-tidaknya amplop cokelat sebagai bukti terkait persidangan.

"Kami serahkan," kata tim hukum Prabowo, Teuku Nasrullah.

Sementara itu pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin, Teguh Samudera menyebut siap mengambil langkah hukum bila bukti yang dibawa relawan 02 ternyata palsu. 

"Oleh karena bukti yang diserahkan ke mulia dari saksi perlu dipertanyakan bukti asli atau palsu. Apabila itu palsu kita punya hak untuk melaporkan ke pihak berwajib," ujar Teguh dalam sidang.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *