PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

HM Tauhid Mundur, DPP Perindo "Kebakaran Jenggot"

          HM Tauhid Mundur, DPP Perindo "Kebakaran Jenggot"
HM Tauhid ketika jumpa pers di salah satu cafe di kawasan GOR H Agus Salim Padang.
HM Tauhid Mundur, DPP Perindo "Kebakaran Jenggot"
BENTENGSUMBAR.COM - Karena  janji-janji tak terpenuhi oleh Hary Tanoe, pemegang mandat berdirinya Perindo Sumatera Barat HM. Tauhid mundur sebagai kader dan keanggotaan partai, membuat DPP Partai Perindo bagaikan "kebakaran jenggot".

Mengapa tidak? Kader yang selama ini telah membentuk kepengurusan dari tingkat provinsi sampai kelurahan, dan telah meloloskan partai serta caleg "berlaga" diajang pemilu 2019, mundur karena kecewa terhadap janji Hary Tanoe yang tidak pernah teralisasi, seperti yang diberitakan kemarin, 4 Juli 2019.

Kemunnduran Tauhid tidak dianggap sepele oleh DPP Perindo. Melalui Sekjennya, Ahmad Rofiq menjelaskan pada salah satu media, kalau Tauhid sudah diberhentikan sejak 20 Okrober 2018. Padahal itu tidak benar adanya.

Berkenaan dengan pernyataan Sekjen tersebut, HM Tauhid kembali mengundang awak media untuk menerangkan hal sebenarnya agar masyarakat tidak pusing mencari kebenaran yang ada, Jumat, 5 Juli 2019.

Bukti paniknya DPP Perindo itu ditunjukkan dengan paparan Rofiq, yang semuanya tidak benar.

Secara pribadi Tauhid sudah mengatakan pada awak media, yang bersangkutan mundur sebagai kader dan keanggotaan partai.

Tauhid menggap Skejen tidak memahami permasalahan, karena waktu pertemuan yang dengan Hary Tanoe dan beberapa pengurus DPP lainnya, Sekjen tidak hadir.

Kalau Rofiq mengatakan Tauhid diberhentikan pada 20 Oktober tidak benar, karena pada 26 Oktober yang bersangkutan masih mengadakan pertenuan, yang pada waktu didampingi Amsir Rustam.

Dalam pertemuan tersebut Hary Tanoe menanyakan, apakah mau jadi ketua DPW atau DPR, maka Tauhid menyebut pilih DPR.

Karena pilihan tersebut, maka Tauhid diminta berkomunikasi pada Bendum Hendri Suparman, menyangkut fasilitas diberikan.

"Saya dikatakan sudah berhenti sejak 20 oktober, padahal SK pemberhentian 30 Oktober, setelah negosiasi pada 26 Oktober, karena syarat pemberhenrian tidak sesuai dengan aturan berlaku,"  tegas Tauhid.

Ditambahkannya, melalui WA pribadi Hary Tanoe juga menegaskan kalau yang bersangkutan mengatakan kalau Tauhid bukan diberhentikan tapi rotasi.

Pernyataan Hary Tanoe kalau Tauhid masih pengurus Perindo dipertegas saat pertemuan dengan para caleg 6 February 2019, di hotel Bumi Minang Padang.

Bahkan pada saat usai pertemuan tersebut, Hary Tanoe masih juga menjanjikan pada Tauhid untuk membantu pembiayaan, berkisar Rp.1 M sampai Rp.1,8 M.

"Kita bukan mengada-ada, semua bukti terhadap janji-janji HT pada saya lengkap, baik wa atau juga saksi ketika pertemuan di MNC Tower juga di hotel," tegas Tauhid.

Ditambahkan Tauhid, apapun yang dikatakannya tidak memgada-ada dan cari sensasi.

Pada saat Tauhid memberikan keterangan terhadap tanggapan Rofiq, juga didampingi Amsir Rustan dan beberapa mantan pengurus lainnya.

(by/nov)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *