PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Jokowi Lebih Baik Urus TKI yang Bermasalah Ketimbang Pikirkan Kepulangan Rizieq

          Jokowi Lebih Baik Urus TKI yang Bermasalah Ketimbang Pikirkan Kepulangan Rizieq
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Jokowi Lebih Baik Urus TKI yang Bermasalah Ketimbang Pikirkan Kepulangan Rizieq
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik Karyono Wibowo menyebut Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak punya kewajiban memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang sudah berada di Arab Saudi sekitar dua tahun.

"Menurut saya Pak Jokowi tidak punya kepentingan memulangkan atau tidak Habib Rizieq," kata dia saat dihubungi, Senin, 8 Juli 2019.

Menurut Karyono, Jokowi tidak memiliki konflik personal dengan Habib Rizieq. Eks Gubernur Jakarta itu tidak pernah terekam menyindir Rizieq secara personal. Karena itu, urusan pemulangan Rizieq tidak ada kaitannya dengan Jokowi.

"Artinya ini kembali ke individu Habib Rizieq apakah dia mau memutuskan pulang atau tidak. Sebab Pak Jokowi tidak mengumbar konflik personal," ungkap dia.

Lagi pula, lanjut dia, Jokowi perlu melakukan hal penting lain ketimbang mengurusi pemulangan Rizieq. Setidaknya, Jokowi perlu memulangkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah di luar negeri.

"Menurut saya tidak perlu Jokowi memulangkan Habib Rizieq. Sebab tidak ada urgensinya. Secara personal kan tidak ada masalah. Lebih baik memulangkan TKI yang bermasalah di sana," ungkap dia.

Wacana pemulangan Rizieq belakangan mencuat seturut pernyataan Juru Bicara Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak di akunnya di Twitter @Dahnilanzhar, Kamis, 4 Juli 2019.

Dahnil mengharapkan pemerintahan Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Menurut Dahnil, kepulangan Habib Rizieq bisa dimasukkan dalam rekonsiliasi politik nasional.

Selain itu, Dahnil mengharapkan pada periode pemerintahan mendatang tidak ada lagi kriminalisasi terhadap ulama. Mantan ketua umum Pemuda Muhammadiyah itu juga mengharapkan ulama-ulama yang kritis terhadap pemerintah tidak disudutkan dengan berbagai narasi.

(Source: jpnn.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *