PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Jika Gagal Atasi Karhutla, Panglima TNI Copot Anak Buahnya

          Jika Gagal Atasi Karhutla, Panglima TNI Copot Anak Buahnya
Foto: Panglima TNI Marsekal (tengah). Jika Gagal Atasi Karhutla, Panglima TNI Copot Anak Buahnya.
Jika Gagal Atasi Karhutla, Panglima TNI Copot Anak Buahnya
BENTENGSUMBAR.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan akan mencopot Danrem 031 Wira Bima dan Kapolda Riau jika tidak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dan itu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo sejak beberapa tahun lalu. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK), hingga kini karhutla masih terus terjadi di sejumlah daerah di Riau.

Gara-gara karhutla itu, kabut asap menyelimuti Riau beberapa hari belakangan yang kemudian membikin pelajar dan mahasiswa terpaksa diliburkan lantaran kabut asap sudah dianggap berbahaya. Jarak pandang pun sudah menyentuh level 300 meter.

Banyak kemudian yang protes dengan karhutla tadi. Mulai dari kalangan di DPR RI hingga aktivis lingkungan mulai menagih janji Presiden Jokowi untuk mengganti Kapolda dan Danrem.

"Karena itu sudah perintah, maka akan dilaksanakan (copot Danrem dan Kapolda Riau)," kta Hadi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pauh Janggi, Kediaman Gubernur Riau, di kawasan jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu, 14 September 2019.

Sebelumnya Jokowi sudah memberikan peringatan tegas kepada pejabat Polri dan TNI di Riau agar bekerja dengan baik dalam mengatasi kebakaran lahan. Namun, meski sudah bekerja keras, kebakaran lahan masih terus terjadi.

"Saya ingatkan pada Pangdam, Danrem, Kapolda, dan Kapolres, aturan main yang saya sampaikan tahun 2015 lalu masih berlaku. Saya kemarin sudah telpon Panglima TNI dan Kapolri dengan perintah yang sama, copot apabila tidak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," kata Jokowi 6 Agustus 2019 lalu.

Hanya saja, sejak perintah itu disampaikan presiden, yang terjadi justru kabut asap semakin membikin keadaan memburuk. Kondisi kesehatan udara sudah pada tingkat tidak sehat hingga berbahaya. Ribuan warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

(Source: gatra.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *