PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Mahasiswa Pecinta Danau Toba Aksi Tolak Wisata Halal, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

          Mahasiswa Pecinta Danau Toba Aksi Tolak Wisata Halal, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.
Mahasiswa Pecinta Danau Toba Aksi Tolak Wisata Halal, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi
BENTENGSUMBAR.COM - Wacana Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi untuk menyajikan wisata halal di kawasan Danau Toba menimbulkan reaksi di masyarakat. Puluhan massa Mahasiswa Pecinta Danau Toba menggelar aksi penolakan.

Aksi digelar di kantor Badan Otorita Pelaksana Danau Toba (BPODT) Jalan Patimura Medan. Mereka datang mempertanyakan sikap dari BPODT. Menurut mereka, alasan untuk menerapkan wisata halal tersebut rentan membuat masyarakat yang hidup berdampingan dengan damai menjadi terusik. 

"Kita mau klarifikasi sebenarnya. Bagaimana komitmennya, apa Pak Gubernur buta dengan kawasan Danau Toba dan kondisi sosial dan budayanya? Sehingga mencanangkan wisata halal itu," kata koordinator Aksi, Rico Nainggolan, Senin, 2 September 2019.

Pernyataan Edy Rahmayadi yang menyebutkan soal penertiban ternak babi pun dianggap sangat mengusik warga di kawasan Danau Toba. "Kita sama-sama tahu, hewan tersebut sangat penting dalam adat masyarakat di sana," jelasnya.

Menurutnya, Gubernur Sumut harusnya lebih fokus pada upaya menjaga kelestarian Danau Toba dari segala bentuk perusakan dan pencemaran. Mereka pun menuntut agar perusahaan-perusahaan yang diduga menyebabkan pencemaran di Danau Toba ditindak.

"Kalau beliau mau, aksi-aksi perusakan Danau Toba oleh perusahaan-perusahaan yang ada di sana diinvestigasi. Jangan mengusik hal yang selama ini tidak pernah dipersoalkan di sana," tegasnya.

Selain berorasi, massa juga menyanyikan lagu 'O Tano Batak,' meniupkan seruling dan memainkan rampak Gondang Taganing khas Batak. Massa juga membawa spanduk bertuliskan 'Danau Toba Tidak Butuh Label Halal'.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan akan mengembangkan konsep wisata halal di Kawasan Danau Toba. Termasuk juga melakukan penataan pemotongan hewan berkaki empat (babi). Hal itu untuk mendukung kemajuan pariwisata KDT. 

Mahasiswa Pecinta Danau Toba Aksi Tolak Wisata Halal, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi
Foto: Mahasiswa Pecinta Danau Toba menggelar aksi tolak wisata halal.

Penjelasan Edy Rahmayadi

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyampaikan, wisata halal yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya bagi etnis Suku Batak di sekitar Danau Toba, bukan untuk menghilangkan budaya maupun mengecilkan agama tertentu.

"Ada pihak yang salah menafsirkan, kemudian mendramatisir wisata halal, dan akhirnya menyalahkan. Ini yang menjadi masalah. Masyarakat menjadi salah menanggapinya," ujar Edy Rahmayadi saat melakukan kunjungan ke Nias, Sumatera Utara, Selasa, 3 September 2019.

Mantan Pangkostrad ini menjelaskan, setiap daerah pariwisata menjadi ramai tempat kunjungan wisata, bukan dipandang karena agama yang dianut masyarakat sekitarnya. Namun, setiap daerah wisata juga harus mempertimbangkan suatu kebutuhan wisatawan.

"Kita tidak memandang apa pun itu agamanya. Tetapi kalau ada orang Islam datang ke tempat itu, contoh di Bali, ada makanan di situ, rumah makan halal. Di Thailand yang mayoritas beragama Buddha, tapi di situ ada rumah makan halal," jelasnya.

Menurutnya, konsep wisata yang sedang dibangun untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional, juga tidak menghilangkan akar budaya masyarakat yang sudah turun- temurun di sekitar Danau Toba.

"Banyak orang yang tidak memahami. Konsep wisata halal Danau Toba bukan berarti semua rumah makan di sana harus berlabel halal. Ini orang-orang belum mengerti, bahkan sampai ada yang mendramatisir. Itu dia yang menjadikan masalah," ungkapnya.

Menurut Edy, produk halal itu bukan merupakan kewenangan pemerintah untuk memberikan penjelasan. Itu merupakan kewenangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan, termasuk di daerah wisata lainnya.

"Seperti penyelenggaran Sail Nias 2019 yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Orang-orang tidak akan datang ke Nias apabila tak ada tempat untuk makan. Kita tidak boleh mengecilkan agama apapun," sebutnya.

(Source: detik.com/BeritaSatu.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *