PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Maju di Pilkada Tanah Datar, Ini Konsep yang Ditawarkan Wahyu Iramana Putra

          Maju di Pilkada Tanah Datar, Ini Konsep yang Ditawarkan Wahyu Iramana Putra
Wahyu Iramana Putra Siap Maju di Pilkada Tanah Datar.
Maju di Pilkada Tanah Datar, Ini Konsep yang Ditawarkan Wahyu Iramana Putra
BENTENGSUMBAR.COM - Walau pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak baru akan dilaksanakan pada tahun 2020, di beberapa daerah sudah bermunculan beberapa nama calon.

Misalnya saja Wahyu Iramana Putra. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Padang itu digadang-gadang untuk calon Bupati Tanah Datar di Pilkada 2020.

Ketika ditemuai BentengSumbar.com di kediaman pribadinya, Minggu, 27 Oktober 2019, Wahyu mengaku dianjurkan beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Tanah Datar untuk maju sebagai calon bupati.

Pasalnya, Wahyu dianggap punya konsep yang jelas untuk memajukan Kabupaten Tanah Datar. Bahkan, konsep itu sudah dimiliki Wahyu sejak tahun 2000.

"Ada beberapa tokoh masyarakat Tanah Datar di Padang menganjurkan itu. Karena saya sudah punya konsep sejak tahun 2000. Mereka melihat atas kemampuan yang saya miliki pantas untuk menjadi Bupati Tanah Datar," ujar Wahyu. 

Dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang ini, diperlukan keseriusan memperhatikan Luhak Nan Tuo sebagai pusat budaya di Minangkabau atau Sumatera Barat. Karena dari daerah itu lahirnya falsafah adat, "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" dan budaya yang bersejarah sejak kerajaan Pagaruyung.

"Saya melihat ada beberapa hal yang perlu penajaman untuk menjadikan Tanah Datar sebagai pusat budaya yang menjadi daerah kunjungan wisata," ungkapnya.

Dijelaskan Wahyu, ada empat titik yang luar biasa menjadi trademark Tanah Datar tersebut dalam pariwisata. Pertama, memperkenalkan dengan membuat suatu cerita yang menarik tentang terpilihnya daerah Pariangan sebagai daerah terindah di dunia. 

"Sementara, hal ini tidak pernah dikelola dengan baik, sehingga orang tertarik untuk ke sana," pungkasnya.

Kedua, kata Wahyu, adat tradisional pacu jawi. Setiap tahun di banyak tempat diselenggarakan kegiatan itu di Tanah Datar. Tetapi tidak ada mengemasnya menjadi agenda atau kalender wisata. 

"Untuk itu, tentu kita lengkapi dengan sinopsis atau cerita yang menarik. Kenapa orang pacu jawi? Setelah panen atau penanaman selanjutnya. Ini tidak pernah dikemas dengan baik," pungkas Wahyu.

Ketiga, jelas Wahyu, Istana Pagaruyung yang begitu indah, tapi tidak pernah dikemas. Seharusnya, 79 nagari yang ada di daerah itu, dibuatkan maniaturnya, sehingga dari sana orang dapat melihatnya.

Keempat, Batu Angkek-angkek. Siapa pun yang ke Tanah Datar, pasti ingin ke kawasan wisata ini. Tapi tidak pernah dikemas. Seharusnya dikemas dengan baik, sehingga orang berkunjung ke sana, betul-betul melihat sesuatu yang unik itu.

Dikatakan Wahyu, 75 persen masyarakat Tanah Datar adalah petani. Para petani ini semestinya diberikan pengetahuan dan teknologi soal cara bertani yang baik, dan dikelola dengan baik. Selama ini mereka hanya dibantu alat bajak segala macam. 

Disamping itu, kata Wahyu, Tanah Datar itu memiliki mainan tambang yang sangat luar biasa. Di sana ada Blog Singkarak, ada emas, malah ada di sana ditemukan di atas dari emas. 

Tak hanya itu, jelas Wahyu, casiavera petani Tanah Datar merupakan yang terbaik di dunia. Selama ini, masyarakat dibiarkan menjual ke pasar. 

"Tapi seharusnya mereka didik, bagaimana produk ekspor tersebut menjadi trading house. Kalau ini dilakukan, petani casiavera tersebut tak perlu menjual kepada orang di pasar dengan potongan harga yang tinggi," tukuknya.

Selain itu, kata Wahyu, generasi muda Tanah Datar harus dibina dengan sungguh-sungguh. Mereka harus diberikan perhatian lebih dalam bentuk penganggaran.

"Termasuk, bagaimana memberikan insentif untuk guru-guru ngaji yang ada di nagari dan jorong. Mereka harus diberikan insentif bulanan. Termasuk memberikan insentif kepada datuk-datuk suku yang ada di jorong-jorong tersebut. Karena wali nagari itu sekarang ada dana alokasi khusus (DAK) dari pusat yang mereka boleh mengelola 70 persen untuk infrastruktur dan pembangunan di sana, tetapi 30 persennya ada untuk kegiatan sosial. Ini kan bisa kita selipkan di sana, kalau kurang dana DAK itu, kita sandingkan dengan APBD," urainya.

Dikatakan Wahyu, untuk mencapai itu semua, Tanah Datar perlu pemimpin yang serius untuk mewujudkannya. "Saya sebagai putra Tanah Datar yang tinggal sejak kecil di rantau, perlu kembali menyampaikan pikiran-pikiran itu," tegasnya.

Wahyu pun menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Bupati Tanah Datar. Waujud keseriusan Wahyu itu, dirinya telah mendaftar ke beberapa partai politik. Sebab, partai-partai politik di Tanah Datar tidak bisa mengusung calon sendiri, mereka mesti berkoalisi untuk mengusung calon bupati.   

"Saat ini baru proses bakal calon (balon) bupati. Saya mendaftar ke partai politik yang telah membuka pendaftaran. Itu batasannya nati awal Juni 2020, sedangkan calon independen April 2020.  Hari ini, saya mencoba mensosialisasikan diri, mudah-mudahan kalau ada respon masyarakat yang baik kepada saya, Insya Allah saya siap berikhtiar untuk maju sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Kabupaten Tanah Datar," cakapnya. 

(by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *