PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Kader Ansor Jangan Ikutan Sebarkan Informasi Hoaks

          Kader Ansor Jangan Ikutan Sebarkan Informasi Hoaks
Kader Ansor Jangan Ikutan Sebarkan Informasi Hoaks.
Kader Ansor Jangan Ikutan Sebarkan Informasi Hoaks
BENTENGSUMBAR. COM - Kader Ansor Kota Pariaman harus bijak dan hati-hati dalam menyikapi dan menyebarkan informasi di media sosial. Jangan sampai ikut-ikutan menyebarkan informasi hoaks, informasi bohong oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Demikian ditegaskan Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pariaman/Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Jumat, 22 November 2019 malam dihadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman di Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman. Menurut Armaidi, sebagai kader yang sudah mengikuti PKD Ansor harus selektif dalam menerima informasi dari berbagia media sosial.

“Banyak pengguna media sosial yang terkecoh dan termakan informasi hoaks yang disebarkan oleh pihak tertentu. Berita hoaks tersebut tersebar sehingga merubah persepsi publik terhadap sesuatu hal,” kata Armaidi Tanjung, mantan Sekretaris PW GP Ansor Sumbar ini.

Dikatakan Armaidi, agar terhindar dari berita hoaks,  ada panduan  mengenali berita hoaks

Pertama, biasanya  berita hoaks  ada kata-kata di bawahnya “agar disebarluaskan”.  “Agar dishare, jangan berhenti di anda”. Kata-kata ini bernada  mengancam, sekalipun si penerima pesan tak paham dengan pesan yang disampaikan.

Kedua, untuk menguji sebuah berita hoaks atau tidak, pembaca harus membuka di media lain. Apakah berita tersebut dimuat atau tidak. Kalau tidak dimuat, patut diduga  salah satu ciri berita itu hoaks.

“Ketiga, kalimat itu bisa diketahui dan bisa dikenali. Biasanya bahasa  itu dalam bahasa yang bersifat instruktif,  bahasa yang tidak biasa seperti sebuah berita yang layaknya berita bagus."

“Berita hoaks merupakan istilah yang digunakan dalam teknologi informasi sebagai berita atau informasi yang tidak benar.  Berita hoaks,  bukan hanya tulisan, tapi termasuk foto dan video, jika kontennya tidak mengandung kebenaran,” tutur Armaidi.

Dikatakan Armaidi, kader Ansor Pariaman sudah mengalami sendiri bagaimana berita dan informasi hoaks diproduksi untuk kepentingan tertentu. Sehingga ada pihak yang terprovokasi saat kegiatan Ansor berlangsung. Narasi yang dibangun dari informasi hoaks, seolah-olah benar, padahal informasi tersebut adalah kebohongan. 
Mengutip pernyataan Ketum Muslimat NU Kofiffah Indarparawansa, Armaidi Tanjung  menyebutkan,  dunia maya adalah ruang pertarungan yang mesti direbut untuk menyebarkan konten-konten keagamaan yang toleran dan damai.

“Karena itu, kader Ansor sebagai pemuda yang menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin jangan lagi menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Jangan terkecoh hanya dengan narasi yang mengatasnamakan agama Islam. Padahal narasinya kebohongan yang disebarkan,” tutur Armaidi Tanjung yang juga penulis buku ini.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman Masrizal melaporkan, PKD yang berlangsung Jumat-Minggu, 22-24 November 2019 diikuti 20 peserta.

PKD dibuka Ketua PC GP Ansor Kota Pariaman Idris yang dihadiri mantan Ketua PC GP Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban.

(rel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *