PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Mendagri Sebut Jakarta Kayak Kampung, PDIP: Itu Realita

          Mendagri Sebut Jakarta Kayak Kampung, PDIP: Itu Realita
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.
Mendagri Sebut Jakarta Kayak Kampung, PDIP: Itu Realita
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut penataan kampung kumuh di DKI Jakarta masih tertinggal dengan kota lain seperti Shanghai. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan pernyataan Tito adalah kenyataan yang sebenarnya di lapangan.

"Ya itu PR yang harus kita tuntaskan, itu adalah PR yang harus kita tuntaskan. Di mana sebagai pusat pemerintahan, pusat ibu kota. Tapi ada sebagian kecil masyarakat kita masih jauh tertinggal. Itu realita, menjadi PR kita semua," kata Gembong kepada wartawan, Selasa, 26 November 2019.

Gembong mengkritik penataan oleh Anies yang dinilai belum menyentuh persoalan. Dia berharap pernyataan Tito tersebut dapat memantik Anies untuk bekerja lebih keras lagi.

"Saat ini belum menyentuh, belum menyentuh persoalan. Apa yang dilakukan Pak Anies belum sampai kepada sentuhan persoalan yang ada di Jakarta. Ini juga sebagai pemantik bagi Pak Anies atau bagi kita semua. Agar kerja-kerja yang menyentuh persoalan. Sehingga bisa mengentaskan yang ada di Jakarta," ucapnya.

Sebelumnya, pernyataan Tito disampaikan dalam Musyawarah Nasional IV APPSI Tahun 2019. Di situ, Tito menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gara-gara Jakarta yang dinilai seperti kampung jika dibandingkan dengan Shanghai, China.

"Pak Anies, saya yakin kalau sering ke China, kalau kita lihat Jakarta kayak kampung dibanding Shanghai," kata Tito di Hotel Borobudur, di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

Tito menceritakan kunjungannya ke Shanghai dan Beijing, China, pada 1998. Dia mengatakan Shanghai dan Beijing saat itu masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Kota Jakarta.

"Tahun '98 saya masih ingat, saya kebetulan Sesko di Australia saat itu, studi banding ke China, Beijing dan Shanghai, masih banyak yang naik sepeda. Dengan Jakarta, Beijing kayak kampung, rumah-rumah kumuh, sungai yang kotor hitam banyak di mana-mana, sepeda masih di jalan," jelas Tito.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *