PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Gun Romli: Sudah Terpapar Radikalisme

          Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Gun Romli: Sudah Terpapar Radikalisme
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.
Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Gun Romli: Sudah Terpapar Radikalisme
BENTENGSUMBAR.COM - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak rencana mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengisi jabatan di PT Pertamina (Persero).

Menanggapi itu, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menilai kalau serikat pekerja itu sudah terpapar radikalisme.

Bukan tanpa dasar ketika pria yang kerap disapa Gun Romli menyatakan itu. Gun Romli menilai kalau virus radikalisme itu ditularkan dari Presiden FSPPB Arie Gumilar yang aktif dalam gerakan 212 dan kerap menyebarkan isu SARA.

"Tokoh FSPPB yang menolak Ahok diduga terpapar virus radikalisme seperti Ketuanya Arie Gumilar yang aktif di Gerakan 212 yang aktif menyebarkan isu SARA dalam gerakan politik, saat ini viral di medsos keterlibatan Arie Gumilar bersama tokoh-tokoh yang lain," kata Gun Romli kepada Suara.com, Jumat, 15 November 2019.

Arie selaku Presiden FSPPB sempat mengungkapkan penolakan Ahok menjadi dirut PT. Pertamina (persero) tersebut lantaran danggap cacat persyaratan materiil.

Menurut Gun Romli, alasan itu hanya dibuat untuk dalih menjegal Ahok masuk ke lingkungan PT. Pertamina. Justru ia menilai kalau Arie takut kepada Ahok yang dikenal tegas anti terhadap korupsi.

"Maksud mereka Ahok pernah di penjara kan, itu Arie Gumilar malah jadi pemuja Habib Rizieq yang pernah dua kali masuk penjara, ini ketakutan akan adanya perbaikan antikorupsi yang dikenal dari sosok Ahok," tuturnya.

Berbanding terbalik, Gun Romli malah mendukung Ahok menjadi petinggi di BUMN. Selain dikenal tegas, Ahok pun dinilai cocok untuk membersihkan lingkungan BUMN dari kejahatan rasuah.

"Ahok cocok di BUMN, di bersih, transparan dan profesional, membersihkan BUMN dari korupsi dan meningkatkan produktivitas," pungkasnya.

(Source: suara.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *