PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Sri Mulyani Minta Pelaku Investasi Bodong Harus Dihukum Berat

          Sri Mulyani Minta Pelaku Investasi Bodong Harus Dihukum Berat
Sri Mulyani Minta Pelaku Investasi Bodong Harus Dihukum Berat.
Sri Mulyani Minta Pelaku Investasi Bodong Harus Dihukum Berat
BENTENGSUMBAR.COM - Dugaan investasi bodong yang dilakukan oleh PT Kampoeng Kurma beberapa waktu belakangan ramai dibicarakan oleh masyarakat. Investasi tersebut menjanjikan pembangunan wilayah perkebunan kurma dengan berbagai fasilitas serta menawarkan kesepakatan investasi bertema syariah dan bebas riba.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia mengatakan, kasus Kampoeng Kurma harus jadi pelajaran bagi pasar keuangan Indonesia. Jangan sampai ada investasi yang merugikan investor sebab itu merupakan gambaran pasar keuangan Indonesia.

"Di kapital market, kita harus menjaga kredibilitas karena kalau tidak, ada satu titik saja, rusak susu sebelanga. Contohnya investasi Kampoeng Kurma, itu hal yang kayak gitu juga menimbulkan stigma terhadap keseluruhan kapital market," ujarnya di Universitas Indonesia, Depok, Rabu, 27 November 2019.

Ia  mengatakan, pemangku kebijakan harus mampu membuat pasar keuangan Indonesia bisa dipercaya oleh investor. Apalagi jika investasi yang ditawarkan merupakan investasi yang meraup banyak dana.

"Makanya memang untuk bisa Indonesia kapital market prudent, orang percaya. Kalau saya melakukan investasi dalam bentuk saham, obligasi, corporate bond, saya tidak akan ditipu. Kata-kata nggak ditipu kan tadi bicara loan yang high class society," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pelaku penipuan investasi bodong harus diberikan hukuman yang setimpal. Jangan sampai penipu bisa melenggang dengan santai tanpa memikirkan kerugian nasabah.

"Kalau dia ditipu ada enforcement nya. Jangan sampai kalau orang kemudian bisa menipu kemudian dia masih bisa tetap lenggang-kangkung gitu. Itu adalah masalah. Itu yang saya sebut tadi its very risk, yang namanya membangun republik itu semua aspek penting, regulasi penting, atitude penting dan juga teknokrasi nya penting dan behavior nya juga penting," tandas Sri Mulyani.

(Source: liputan6.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *