Opini

Lifestyle

Sports

Lepas PSBB, Ramlan Tegaskan Warga Ber-KTP Padang Dilarang Masuk Bukittinggi, Ini Alasannya

          Lepas PSBB, Ramlan Tegaskan Warga Ber-KTP Padang Dilarang Masuk Bukittinggi, Ini Alasannya
Lepas PSBB, Ramlan Tegaskan Warga Ber-KTP Padang Dilarang Masuk Bukittinggi, Ini Alasannya.
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Bukittinggi akan melepas status PSBB setelah melalui beberapa kajian mendalam di berbagai aspek. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi akan melarang warga Kota Padang yang akan masuk ke Bukttinggi. 

Pasalnya, Kota Padang merupakan zona merah penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Sumbar. Kebijakan ini diambil sebagai antisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 di kota tersebut.

"Ya benar (kita larang), kita tidak ingin semua sakit. Tapi demi masyarakat Sumbar, kita harus lakukan itu. Itu kendaraan plat Padang banyak, itu kami stop dan mohon maaf, kami suruh putar balik. Inikan klaster Pasar Raya Padang mendominasi penularan, kita tidak ingin menyebar di Bukittinggi. Tidak bisa bikin alasan (untuk masuk ke Bukittinggi) lagi," kata Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat diskusi online dengan IJTI Sumbar melalui aplikasi zoom, Rabu, 27 Mei 2020 malam.

Ramlan pun merasa keberatan untuk menerapkan kebijakan ini. Namun menurutnya, ini adalah keputusan terbaik untuk melindungi masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Bukittinggi agar yang sehat, tidak menjadi sakit akibat pergerakan orang tersebut.

"Artinya kadang-kadang kita kasihan. Kita tidak ingin warga Sumbar sakit semua. Jangan semua yang sehat di Bukitinggi jadi sakit. Sementara Padang sudah 300 lebih (kasus positif). Kalau dari Padang atau KTP Padang, kita tegas-tegas saja, silakan balik (ke Padang)," tegas dia lagi.


Sementara Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, tindakan Pemko Bukttinggi dalam melakukan pelarangan kepada warga Kota Padang untuk masuk ke Bukittinggi adalah hal yang wajar. Sebab, kasus positif di Sumbar, rata-rata dari Kota Padang.

"Padang ini kan sudah zona merah semuanya. Orang-orang harap memaklumi ini. Ini cara Pemko mengelolanya, ingin menyelamatkan masyarakatnya. Toh paling tidak lama, sekitar dua mingguan. Mungkin itu yang terbaik, ya silakan," kata Nasrul Abit menanggapi.

Untuk itu, Nasrul Abit meminta agar masyarakat Sumbar bisa menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Seluruh tindakan yang dilakukan pemerintah, dan imbauan yang diberikan pemerintah, adalah guna keselamatan kita bersama.

"Jadi untuk itu, masyarakat Sumbar harus menyesuaikan kondisi ini. Ini berdasarkan kajian untuk keselamatan. Lagian hanya untuk sementara, guna memutus mata rantai ini sekitar dua minggu," pungkasnya.

(by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *