Advertorial

Daerah

Sumbar Butuh Pemimpin yang Amanah

          Sumbar Butuh Pemimpin yang Amanah
Ilustrasi Kursi Kekuasaan. Sumbar Butuh Pemimpin yang Amanah.
Sumbar Butuh Pemimpin yang Amanah
SUMBAR butuh pemimpin yang amah, dan saya rasa kita semua sepakat itu. Pemimpin yang menunaikan dengan baik amanah yang diberikan Tuhan kepadanya melalui tangan-tangan rakyat dalam suatu pemilihan yang dilakukan secara demokratis. 

Orang Sumbar dikenal sebagai masyarakat yang bersendikan syarak dalam setiap tarikan nafasnya, tentu sangat paham dengan firman Tuhan dalam Kitabullah, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.." (QS An-Nisa:58).

Sumbar butuh pemimpin yang amanah, bukan yang rakus dan tamak. Sebab, pemimpin yang rakus dan tamak adalah pemimpin yang ingkar dengan amanah yang diberikan Tuhan. Bahasa agamanya kufur nikmat. Pemimpin yang tak menunaikan manah itu sesuai janjinya kepada rakyat dan menyia-nyiakan ketika amanah itu dipegangnya untuk mengejar ambisinya yang gila dan diluar akal sehat yang diajarkan syarak. 

"Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya." (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2376; Ahmad (III/456, 460); Ad-Darimi (II/304); Ibnu Hibban (no. 3218–At-Ta’lîqâtul Hisân) ; Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabîr (XIX/96, no. 189) dan lainnya).

Sumbar butuh pemimpin yang amanah, tidak suka berdusta, berbohong dan membodohi rakyat. Akal sehat kita tentu akan menolak pemimpin yang suka berdusta, berbohong dan membodohi rakyat, kecuali akal tak lagi sehat dan membenarkan tindakannya. 

Tapi, banyak juga pemimpin yang dituding pembohong, pendusta, dan membodohi rakyat, padahal dia sudah berusaha memenuhi janjinya kepada rakyat dengan indikator yang jelas, tentu tidak termasuk yang ini. Tapi pemimpin yang berdusta, berbohong dan membodohi rakyat dengan sengaja karena ambisi pribadinya.

Diriwayatkan dari Hudzaifah ra, ''Rasulullah SAW telah menceritakan kepada kami dua hadis dan aku telah melihat yang satu dan sedang menanti yang kedua. Rasulullah SAW menceritakan bahwa amanat (iman) pada mulanya turun dalam lubuk hati manusia, lalu mereka mengerti Alquran dan mengetahui sunah Rasul.'' 

''Kemudian, Rasulullah SAW menceritakan tercabutnya amanat (iman). Ketika orang sedang tidur, tercabutlah amanat dari hatinya, sehingga tinggal bekasnya, seperti bintik yang hampir hilang, kemudian tidur pulas, tercabut pula, sehingga tinggal bekasnya bagaikan ''kapalan'' (kulit yang mengeras bekas bekerja). Bagaikan bara api yang engkau injak di bawah telapak kaki, sehingga membengkak maka tampaknya membesar, tetapi tidak ada apa-apanya.

Maka, esok harinya orang-orang berjual beli dan sudah tidak terdapat orang yang amanat/dapat dipercaya. Sehingga, mungkin disebut-sebut ada dari suku Bani Fulan seorang yang amanat (dapat dipercaya), sehingga dipuji-puji: Alangkah pandainya, alangkah ramahnya, alangkah baiknya, padahal di dalam hatinya tidak ada seberat zarah dari iman.'' (Bukhari, Muslim). 

Untuk itu, orang Sumbar, baik itu di Pilkada Bupati atau Wali Kota atau Gubernur, hati-hati lah dalam menentukan pilihan, selidiki rekam jejak pemimpin yang akan dipilih itu dengan baik dan penuh kehati-hatian, baru tentukan pilihan, dari yang terburuk, minimal ke yang buruk, jika tak ada lagi yang baik, apatah lagi yang terbaik. 

Jangan memberikan amanah kepada orang yang suka menyia-nyiakannya karena ketamakan, kerakusan, ambisi pribadi, kelompok dan golongan. Itu pemimpin yang dilaknat Tuhan, bahkan dijamin tak masuk surga-Nya. "Tidaklah mati seorang hamba yang Allah minta untuk mengurus rakyat, sementara dia dalam keadaan menipu (mengkhianati) rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga bagi dirinya." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Wallahu a'lam bishawab, semoga kita diberi petunjuk oleh Tuhan dalam memilih pemimpin untuk daerah ini.

*Ditulis Oleh: Zamri YahyaWakil Ketua SMSI Sumatera Barat dan Anggota PWI Sumatera Barat.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »