Headline

Opini

Padang

Sports

Ferdinand Berdoa Agar Tak Ada Gubernur Macam Mas Anies, Pendukungnya Auto Ngamuk-Ngamuk...

          Ferdinand Berdoa Agar Tak Ada Gubernur Macam Mas Anies, Pendukungnya Auto Ngamuk-Ngamuk...
Ferdinand Hutahaean, berdoa agar tidak ada lagi kepala daerah di Indonesia yang seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ferdinand Berdoa Agar Tak Ada Gubernur Macam Mas Anies, Pendukungnya Auto Ngamuk-Ngamuk...
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, berdoa agar tidak ada lagi kepala daerah di Indonesia yang seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Ia menyatakan hal tersebut dalam cuitan di Twitter, Sabtu, 24 April 2021. Doanya tersebut sontak membuat pendukung Anies Baswedan naik pitam.


Ferdinand mengaku sengaja membagikan doa tersebut melalui media sosial lantaran merasa senang apabila melihat pendukung Gubernur Anies mengamuk.


"Gue share lagi ah, mumpung artikel ini bikin para pendukung Anies ngamuk-ngamuk sudah dua hari ini. Aku senang," cuitnya lagi.


Terkait artikel yang berjudul Ferdinand: Semoga Tidak Ada Lagi Gubernur Seperti Anies, Ferdinand menanggapi inisiatif langkah menanam pohon dari Grab Indonesia agar konsumen turut andil mengurangi emisi karbon.


Karena itu, Ferdinand berharap ke depan pohon-pohon yang ditanam tidak ditebang atas perintah pejabat daerah.


"Mudah-mudahan tidak ada lagi Gubernur yang tebangi pohon yang susah payah dirawat. Semoga tidak ada lagi Gubernur seperti Anies," ujarnya.


Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan pada tahun 2019 silam pernah menjadi sorotan karena kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang kerap melakukan penebangan pohon demi alasan revitalisasi trotoar. Selain itu, pada tahun 2020 Anies juga kembali disorot karena dianggap mengizinkan penebangan ratusan pohon demi kelancaran proyek revitalisasi Kawasan Monas.


Adapun, Pemprov DKI Jakarta sendiri memiliki target penanaman 200.000 pohon baru pada 2022. Langkah tersebut merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta guna menanggulangi dampak perubahan iklim serta mengurangi emosi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030.


"Melalui penetapan kebijakan ini, penambahan 200.000 pohon tersebut ditargetkan dapat terpenuhi pada tahun 2022. Hingga saat ini telah ditanam total 70.880 pohon, terdiri dari 23.584 pohon dan 47.296 mangrove," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.


Suzi menjelaskan, hal ini sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada pertemuan daring C40 di hadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres. Saat itu Anies mengusulkan agar kota-kota dapat lebih berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan melakukan langkah adaptasi krisis iklim.


Ia juga menerangkan penyusunan Pergub No. 24/2021 ini telah melalui perencanaan yang matang dan disusun dengan skema kolaboratif bersama World Resource Institute (WRI) Indonesia. Selain itu, Suzi membuka kolaborasi serta masukan dari masyarakat Jakarta dan organisasi masyarakat sipil dalam pelaksanaannya.


"Masyarakat diberikan ruang untuk berperan serta dalam pengelolaan dan perlindungan pohon. Antara lain penyediaan lokasi tanam, penyediaan pohon, pemeliharaan pohon, pendataan pohon, memberikan informasi terkait kondisi pohon rawan tumbang, pendidikan dan penelitian. Selain itu, Pergub ini juga memberikan kemudahan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam penyelesaian pohon rawan tumbang dan pohon tumbang," sambungnya.


Lebih lanjut, Suzi menekankan perihal penyusunan basis data pohon berbasis sistem informasi spasial. Suzi menambahkan, kebijakan ini juga akan memberikan perlindungan lebih terhadap penebangan pohon.


"Melalui skema baru, terdapat syarat yang diperketat terhadap pohon yang dapat ditebang, seperti pohon yang tua atau sakit, dan penebangan hanya dapat dilakukan jika pohon pengganti dengan jumlah yang lebih banyak telah selesai ditanam dan berkondisi sehat," pungkasnya.


Source: WEOnline

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...