Headline

Opini

SOROT

Sports

Oknum Polisi Ujaran Kebencian KRI 402 Ditangkap, Wakapolda DIY: Mungkin Depresi Belum Nikah-Nikah

          Oknum Polisi Ujaran Kebencian KRI 402 Ditangkap, Wakapolda DIY: Mungkin Depresi Belum Nikah-Nikah
Oknum polisi anggota Polsek Kalasan, Aipda Fajar Indriawan, kini ditangkap dan diinformasikan tengah menjalani pemeriksaan di Polda DIY.

Oknum Polisi Ujaran Kebencian KRI 402 Ditangkap, Wakapolda DIY: Mungkin Depresi Belum Nikah-Nikah
BENTENGSUMBAR.COM - Oknum polisi anggota Polsek Kalasan, Aipda Fajar Indriawan, kini ditangkap dan diinformasikan tengah menjalani pemeriksaan di Polda DIY. 


Adapun hal tersebut dilakukan setelah ia kedapatan melayangkan komentar negatif soal tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.


Wakapolda DIY, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, membenarkan bahwa saat ini yang bersangkutan tengah menjalani proses pemeriksaan. 


“Sudah diamankan tadi malam, mengunggahnya itu baru kemarin. Masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim siber dan propam,” ungkapnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan pada Senin ini 26 April 2021, seperti dikutip terkini.id dari Tribunnews. 


Pihaknya juga turut mengobservasi status mental yang bersangkutan untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. 


Sebab, ada indikasi bahwa anggota polisi itu, Aipda Fajar Indriawan, tengah mengalami depresi lantaran usai matang, tetapi belum menikah juga.


“Kemungkinan, ya. Karena sampai umur sekian masih belum nikah yang bersangkutan, dia kelahiran tahun 80,” sambungnya.


Kendati demikan, Slamet mengungkapkan bahwa jajarannya akan tetap memberi sanksi tegas bagi oknum polisi tersebut. 


Bahkan yang bersangkutan bisa disangkakan pasal dalam UU ITE karena perilaku bermedsosnya membahayakan hubungan antara dua institusi.


“Pasti ada tindakan. Bukan hanya kode etik, tapi akan ditindak secara pidana karena itu merusak hubungan antar dua instansi karena saat ini kita sedang berduka. Tapi nanti kita lihat dulu kejiwaannya,” paparnya lagi. 


Lebih jauh, Slamet juga mengklarifikasi soal satu unggahan lainnya yang turut viral di media sosial. 


Dalam unggahan itu, dinarasikan bahwa sejumlah prajurit TNI AL menggeruduk Mapolsek Kalasan.


Namun, menurut Slamet, maksud kedatangan para jajaran TNI AL adalah untuk sebatas meminta klarifikasi.


“Dari rekan-rekan Danlanal tadi mereka mau klarifikasi. Jadi, memang kita panggil, kita klarifikasi, kita kasih tahu duduk perkaranya seperti apa.”


Slamet pun memastikan bahwa hubungan antara Polri dan TNI AL masih tergolong baik.


Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Danlanal, Denpom AL, dan Danrem terkait kasus ini.


“Jadi, alhamdulillah mudah-mudahan tetap kondusif-lah wilayah kita, ya.”


Selanjutnya, Slamet juga memberikan imbauan kepada masyarakat, termasuk jajarannya untuk selalu bijak dalam bermedia sosial.


“Antisipasilah jempol-jempolnya itu. Teknologi memang sudah maju dan tinggi, tapi kita harus bijak dalam menggunakan teknologi itu,” pungkas Slamet. 


Sebagai informasi, oknum polisi bernama Aipda Fajar Indriawan yang sehari-hari bertugas di Polsek Kalasan diketahui telah diamankan sejak Minggu kemarin, 25 April 2021.


Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto.


“Anggota sudah diamankan sejak semalam,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto saat dikonfirmasi pada Senin ini, 26 April 2021.


Yulianto menuturkan bahwa Aipda Fajar saat ini masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda DIY guna mempertanggungjawabkan unggahannya yang viral baru-baru ini. 


Seperti diketahui, dalam komentarnya di media sosial, Aipda Fajar mempertanyakan mengapa harus menangisi kru kapal selam KRI Nanggala-402.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...