Opini

Parlemen

Sports

Skenario Jozeph Dibuka Imam Besar Masjid New York, Ternyata...

          Skenario Jozeph Dibuka Imam Besar Masjid New York, Ternyata...
Imam Besar Masjid New York, Muhammad Syamsi Ali mencium aroma skenario jahat dari Jozeph Paul Zhang.

Skenario Jozeph Dibuka Imam Besar Masjid New York, Ternyata...
BENTENGSUMBAR.COM - Imam Besar Masjid New York, Muhammad Syamsi Ali mencium aroma skenario jahat dari Jozeph Paul Zhang. Tudingannya soal Islam dan Nabi Muhammad SAW dianggap sangat berbahaya.


Imam besar ini meminta umat Islam untuk berhati-hati. Ulasan Jozeph soal Islam dan Nabi Muhammad SAW dinilai punya motif tersembunyi.


“Saya kira kalau kita melihat secara jeli, boleh jadi semuanya terlibat,” ucap Syamsi Ali dalam video berjudul ‘Ini Skenario Kotor Paul Zhang yang dikutip dari kanal YouTube Ustadz Demokrasi, Minggu, 25 April 2021.


Menurut Syamsi, umat Islam harus tegas, tapi tegas yang tidak merusak. Tegas itu bisa lewat pengadilan, lewat hukum.


“Dan tentunya yang paling penting adalah pemerintah harus membuktikan diri bahwa pemerintah memang punya kuasa, pemerintah punya ketegasan,” ucapnya.


Ketegasan dinilai mutlak dilakukan pemerintah. Sanksi dan hukuman juga dinilai wajib dijatuhkan ke Jozeph.


"Kalau tidak maka percayalah esok hari akan terjadi lagi. Mungkin dari kelompok yang lain kepada kelompok yang lain. Kenapa? Karena pemerintah dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan,” tambah Imam Besar Masjid New York ini.


Ada tanya jawab yang terlihat di video ini. Syamsi Ali terlihat sangat lepas saat melayani pertanyaan Direktur Eksekutif Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah.


Di video itu, Syamsuddin menanyakan motif Jozeph Paul Zhang melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW.


“Boleh jadi ada settingan juga bahwa hal ini terjadi untuk memancing komunitas muslim, orang Islam untuk bertindak, untuk bereaksi,” ucapnya.


Imam Besar Masjid New York Syamsi Ali mengingatkan pancingan dari Jozeph Paul Zhang harus disikapi secara hati-hati, jangan sampai melakukan tindakan yang tidak terkontrol.


“Tentu di sisi yang lain, ada namanya testing the war, jadi menguji. Nah kalau orang Islam juga diam saja, tidak bersuara, tidak ada tindakan, maka berarti orang-orang yang ingin merusak agama ini sudah lebih aman melakukan itu,” bebernya.


Karena menurut Syamsi, orang Islam dalam situasi tertentu, saat emosinya lagi naik, kemudian dipancing, maka akan melakukan tindakan yang merusak.


Ketika terjadi pancingan itu, terkadang orang Islam tidak bisa mengontrol diri, maka mereka melakukan hal-hal yang sifatnya destruktif atau merusak.


“Ini yang kemudian dijadikan sebagai bukti bahwa Islam itu ternyata agama yang merusak. Kami selalu merakan itu di Amerika dan dunia barat,” sambungnya.


Dia mencontohkan ketika Nabi Muhammad digambar, dilukis dalam bentuk kartun dan bawa ada bom.


Kartun itu memicu reaksi keras umat Islam di seluruh dunia dan menyebabkan pembunuhan.


“Ini kan memancing sebenarnya. Ada 7 pegawai PBB di Afganistan meninggal, ada dua gedung PBB di Lebanon dibakar, ada biarawati Katolik di Nigeria dibunuh,” bebernya.


Permintaan Imam Besar itu pun ditutup dengan permintaan hati-hati. "Kita harus rasional. Kita harus timbang, menjaga jangan sampai terjatuh ke dalam perangkap,” tegasnya.


Source: GenPI.co

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...