Headline

Opini

Parlemen

Sports

TB Hasanuddin Ungkap Fakta Mengejutkan, KRI Nanggala Katanya...

          TB Hasanuddin Ungkap Fakta Mengejutkan, KRI Nanggala Katanya...
TB Hasanuddin Ungkap Fakta Mengejutkan.

TB Hasanuddin Ungkap Fakta Mengejutkan, KRI Nanggala Katanya...
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin membeberkan fakta mengejutkan. Dia menyebut KRI Nanggala melebihi beban kemampuan.


Ada kelebihan kapasitas 15 orang yang disebut dia. Dan itu dianggap sangat mengganggu. Jumlah kru maksimal harusnya 38 orang, bukan 53 orang.


“Kami mengucapkan rasa prihatin dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 yang menyebabkan gugurnya 53 orang syuhada TNI ,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 April 2021. 


Dia berharap tak ada lagi korban prajurit. Jumlah kru KRI Nanggala-402 yang melebihi kapasitas akhirnya disorotnya. 


“Pada saat hilang kontak KRI Nanggala-402 itu membawa 53 awak, artinya kelebihan beban 15 orang. Ada apa? Kok dipaksakan?” jelasnya. 


“Saya juga mendapat informasi bahwa saat menyelam KRI Nanggala 402 diduga tak membawa oxygen gel, tapi tetap diperintah untuk berlayar,” ujar politisi PDIP ini.


Anggota DPR ini mengungkapkan, KRI Nanggala-402 diretrofit di Korea Selatan selama 2 tahun yang selesai pada 2012


Retrofit merupakan kegiatan penguatan struktur, penambahan komponen, hingga peningkatan kemampuan kapal selam. 


Kala itu, menurut Hasanuddin, anggaran sekitar USD 75 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun dihabiskan untuk melakukan perbaikan penuh dan pemutakhiran teknologi pada KRI Nanggala-402.


“Retrofit itu bukan sekadar mengganti suku cadang, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut terutama pada sistem senjata torpedonya,” tuturnya. 


Dan di tahun yang sama, KRI Nanggala-402 melakukan uji penembakan tetapi gagal. Saat itu torpedonya tak bisa diluncurkan karena sistem penutupnya bermasalah.


Tiga prajurit terbaik pun gugur. Kemudian, lanjutnya, kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu lantas diperbaiki lagi oleh tim dari Korea Selatan.


“Saya menduga pada hasil perbaikan ini ada hal-hal atau konstruksi yang tidak tepat sehingga KRI Nanggala-402 tenggelam. Ini sangat disayangkan,” kata Hasanuddin. 


Karena itu, Hasanuddin pun meminta agar kapal selam sejenis, yakni KRI Cakra 401, sebaiknya di-grounded.  


“Jangan ada lagi korban prajurit,” ucapnya.


Source: GenPI.co

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...