Headline

Opini

Padang

Sports

Bikin Ngeri Denjaka Tiba di Papua, Kemampuan 1 Elite Sebanding 12 Orang

          Bikin Ngeri Denjaka Tiba di Papua, Kemampuan 1 Elite Sebanding 12 Orang
Bikin Ngeri Denjaka Tiba di Papua, Kemampuan 1 Elite Sebanding 12 Orang.

Bikin Ngeri Denjaka Tiba di Papua, Kemampuan 1 Elite Sebanding 12 Orang
BENTENGSUMBAR.COM - Koflik di Papua yang sudah dinilai pemerintah pusat meresahkan hingga jatuh korban petinggi TNI yang tewas ditembak Kelompok criminal bersenjata atau KKB. Presiden telah memerintahkan untuk menumpas teror tersebut, hingga TNI akhirnya mengerahkan kemampuan pasukan elite khusus salah satunya Denjaka terjun di Papua.


Kehadiran Dentasemen Jala Mangkara (Denjaka) satuan khusus elite milik Angkatan laut ini, bukan tanpa alasan, pasalnya pasukan elite yang memiliki kemampuan latih laut darat hingga udara ini ditugaskan untuk menumpas teroris di Papua.


Namun kehadiran Denjaka di Papua sendiri memang ramai diperbincangkan netizen. Satuan Denjaka sendiri menjadi tim elite dengan tingkat kerahasiaan tinggi, dimana setiap operasi yang dilakukan tidak ada pemberitaan sama sekali.


Terutama dengan kabar telah diterjunkannya satuan elite TNI AL ini ke Papua untuk menumpas KKB, tidak ada kabar ataupun pernyataan resmi terkait hadirnya Denjaka di wilayah tersebut.


Bahkan Kadis Penerangan Marinir Angkatan Laut Gugun, mengatakan jika pasukan elite TNI AL semua pergerakannya tidak ada yang tahu dan pernah diberitakan sesuatunya.


“Seluruh kegiatan Denjaka tidak pernah diberitakan. Kegiatan di sana tidak ada,” jelasnya.


Kemampuan Denjaka yang digadang diakui oleh satuan elite Navy Seal Amerika Serikat memang bukan isapan jempol. Jika kekuatan satu elite Denjaka dibentuk untuk bisa memiliki kemampuan 12 orang.


“Pasukan elite angkatan laut DENJAKA sudah sampai di tanah Papua. Kekuatan 1 Denjaka = 12 orang. Mempunyai kekuatan misterius yang bikin angkatan laut Amerika gemetaran,” cuit akun @H4l1mun_D1n61n yang tweetnya sudah dilike 2.8 ribu orang ini.


Kemampuan Dentasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL ramai diperbincangkan netizen yang ditugaskan untuk menumpas aksi teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.


Kiprah Denjaka sebagai satuan khusus elite milik TNI AL memang tak banyak informasi terutama dalam operasi yang dijalankan untuk penanggulanangan teror aspek laut TNI AL. Denjaka sendiri merupakan elite terbaik yang diambil dari kesatuan kopaska dan Taifib korps Marinir TNI AL.


Meskipun dilatih untuk menanggulangi teror di laut, namun secara kemampuan tim elite Denjaka ini memiliki kemampuan baik di Darat maupun udara. Operasi yang bisa dijalankan yakni antiteror, antisabotase dan operasi rahasia di laut yang tidak terdeteksi musuh.


Dengan kemampuan di atas rata-rata, tim elite Denjaka ini sangat selektif dalam melakukan perekrutan. Setiap tahunnya hanya terdapat 50 orang pasukan yang berhasil masuk dalam pasukan elite ini.


Memiliki kemampuan dengan IQ tinggi, Denjaka dilatih di berbagai medan, laut, udara, hingga hutan. Karenanya dalam pelatihannya, Denjaka hanya mendapatkan teori sebanyak 20 persen selebihnya merupakan latihan lapangan yang sangat keras.


Latihan laut yang keras, salah satu latihan yang harus ditempuh Denjaka yakni ditempa di tengah ombak ganas laut Banyuwangi. Calon Denjaka harus berusaha menyelematkan diri di tengah ombak besar dalam keadaan kaki dan tangan terikat.


Latihan darat juga ditempa ke pasukan elite AL ini, dengan diajarkan cara bertahan hidup di hutan dengan berbekal garam saja. Calon Denjaka harus bertahan hidup tanpa makanan ataupun minum, dan harus memanfaatkan makanan dari alam.


Untuk latihan udara, mereka bukan lagi dilatih terjun tempur seperti prajurit biasa. Jika dalam terjun tempur, payung sudah terbuka ketika keluar dari pintu pesawat, prajurut Denjaka dilatih terjun bebas.


Latihan terjun bebas itu tidak hanya dilakukan siang hari tapi juga tengah malam. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu masuk ke sasaran musuh, mereka tidak harus lewat darat atau laut yang mudah dideteksi lawan. Para Denjaka juga bisa diturunkan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi musuh.


Source: Hops.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...