Opini

Parlemen

Sports

Masyarakat di Desa Menjadi Primadona Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia dengan Hadirnya BUMDes/ BUMNag

          Masyarakat di Desa Menjadi Primadona Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia dengan Hadirnya BUMDes/ BUMNag
Foto Webinar. Masyarakat di Desa Menjadi Primadona Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia dengan Hadirnya BUMDes/ BUMNag.
BENTENGSUMBAR.COM - Kehadiran PP No. 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa – BUMDes, tertanggal 2 Februari 2021 merupakan turunan dari UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, tertanggal 2 Nopember 2020, akan makin menambah peluang bagi warga msyarakat yang tinggal di pedesaan untuk bangkit, maju dan berkembang serta mencapai kesejahteraan yang dicita-citakan.

“Undang-undang serta peraturan-peraturan yang ada saat ini bertujuan untuk menumbuhkan kekuatan ekonomi nasional dari desa,” demikian Bagus P. Purwanto, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV-IPB University dalam pembukaan acara.

Hal ini mengemuka di dalam acara Webinar bertajuk TALKSHOW PENGABDIAN 2021 dengan Tema “Melangkah Bersama Desa : to Fuel Village Economy Growth Brings The World”, pada hari Minggu, 23 Mei 2021, dimulai pukul 09.00 – 13.00 wib.

Digagas oleh Divisi Pengabdian, Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat, Badan Ekesekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi - BEM SV-IPB University 2020/2021, Kabinet Bingkai Karya, Hariz Suhendar sebagai Ketua Pelaksana dan Abi Muhammad Rafdi sebagai Ketua BEM SV-IPB University.

Sebagai narasumber dihadiri oleh : Nadia Ayesha Mieke Soekarno (Asisten Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Rudy Suryanto, SE., M.Acc, Ak., CA (Founder Bumdes.id), Fajar Prasetyo Utomo (Kepala Desa Milenial dan Termuda Kabupaten Purbalingga) dan sebagai MC adalah Rekha Rianggrahita serta Moderator adalah Cindy Nur Oktaviani.

Nadia Soekarno dalam pemaparannya lebih menekankan kepada fungsi media, baik cetak maupun online dalam menyebarluaskan informasi terkait dengan kegiatan dan keberadaan yang ada di desa.

“Keberadaan UMKM dan kegiatan pemerintahan di desa akan cepat tersiar ke seluruh pelosok negeri bahkan dunia dengan berperannya media, baik cetak maupun online. Pemanfaatan teknologi digital itu penting,” lanjut Nadia Soekarno.

Nadia Soekarno menambahkan bahwa ketika memanfaatkan sebuah media sosial – medsos seperti Facebook, Instagram, Twitter, Blog, Telegram dan lain sebagainya, maka buatlah hal-hal yang positif yang memberikan informasi yang baik sehingga memberikan nilai yang berbeda bagi pembaca nantinya.

Sementara itu, Rudy Suryanto membedah tentang keberadaan BUMDes di desa. Paradigma sekarang adalah bahwa BUMDes bukan sebagai ‘pelaku’, tapi sebagai ‘wadah’.

“BUMDes tidak boleh melakukan usaha yang telah dan sedang dilaksanakan oleh warga masyarakat desa, tapi menjadi ‘wadah’ bagi pelaku UMKM serta usaha mikro warga masyarakat desa untuk memasarkan produk-produknya. Seluruh produk UMKM yang ada dibuatkan oleh BUMDes menjadi satu pintu dan satu perizinan yang didaftarkan ke instansi terkait – Dinas Koperasi dan UKM atau BPOM,” papar Rudy Suryanto.

Selanjutnya Rudy Suryanto mengutarakan kepada peserta yang hadir bahwa pola fikir Kepala Desa maupun Pengelola BUMDes itu hendaknya bagaimana mengubah masalah menjadi peluang. Pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk sadar bahwa yang dikerjakan selama ini salah.

“Pemanfaatn teknologi digital sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Saat ini Bumdes.id berkolaborasi dengan Kementerian Desa PDTT dalam mengolah konsep Big Data secara Gotong Royong. Seluruh data yang ada di desa dikumpulkan dalam satu Big Data di Pusdatin Kemendes PDTT, kemudian data tersebut dibuatkan Block Chainnya untuk menghindari terjadinya pencurian data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” Rudy Suryanto menambahkan.

Sedangkan Fajar Prasetyo Utomo sebagai Kepala Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menguraikan kemajuan yang diperoleh masyarakatnya berkat adanya Pasar Desa Serayularangan.

“Keberadaan Pasar Serayularangan menjadi solusi bagi warga masyarakat di desanya dalam memasarkan hasil panen pertanian juga produk UMKM sebagai usaha yang digeluti oleh warga desa,” ungkap Fajar Prasetyo Utomo dengan bersemangat. 

Laporan: H. Ali Akbar
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...