Headline

Opini

Parlemen

Sports

Balad Jokowi Membela: Pimpinan Hamas Tahu Betul Siapa Presiden Jokowi

          Balad Jokowi Membela: Pimpinan Hamas Tahu Betul Siapa Presiden Jokowi
Ketua Umum Balad Jokowi, Muhammad Muchlas Rowi membela Presiden Joko Widodo di tengah tudingan tak mendukung bangsa Palestina.

Balad Jokowi Membela: Pimpinan Hamas Tahu Betul Siapa Presiden Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Balad Jokowi, Muhammad Muchlas Rowi membela Presiden Joko Widodo di tengah tudingan tak mendukung bangsa Palestina.


Muchlas menegaskan, Presiden Jokowi selalu konsistem untuk mendukung Palestina dalam konflik dengan Israel.


Ia mengapresiasi sikap tegas Presiden Jokowi seperti disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis, 20 Mei 2021.


Sikap itu menjawab tudingan sebagian orang soal sikap Jokowi yang lembek dalam kasus konflik Palestina-Israel.


"Presiden Jokowi melalui Menlu Retno di Sidang Majelis Umum PBB memperlihatkan sikap tegasnya soal konflik Palestina saat ini. Presiden Jokowi juga konsisten selama ini dengan tidak pernah mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel," terang Muchlas dalam keterangannya, Sabtu, 22 Mei 2021.


Menurut Muchlas, ketegasan dan kekonsistenan inilah yang membuat Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh meminta Presiden Jokowi secara langsung melalui sambungan telepon untuk memobilisasi dukungan negara Islam dan internasional terhadap Palestina.


"Pemimpin Hamas tentu tahu betul siapa Presiden Jokowi, sampai-sampai dia beranikan untuk menelpon secara langsung dan meminta Indonesia untuk membantu memobilisasi dukungan negara-negara Islam lainnya," tuturnya dikutip dari Antara.


Konflik bersenjata antara Israel dengan Palestina di Jalur Gaza akhirnya berakhir, setelah tercapai-nya gencatan senjata antara kedua belah pihak.


Namun, konflik yang berlangsung sebelas hari tersebut telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa yang tak sedikit.


Muchlas pun menyambut baik gencatan senjata kedua belah pihak serta mengapresiasi keputusan kedua negara untuk mengakhiri kontak senjata sebagai upaya mengakhiri kekerasan di Wilayah Gaza.


"Bersyukur meski tetap sedih dan ringkih. Satu sisi karena tercapai kesepakatan gencatan senjata, namun sisi lain ada korban jiwa yang tak sedikit dan kehancuran yang luar biasa akibat perang beberapa hari saja," terang dia.


"Terutama adanya korban sipil, dan fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor beberapa media yang ikut hancur," ujar Muchlas.


Namun demikian, dirinya mengingatkan jika tugas berat justru ada di hadapan mata. Muchlas mengutip pernyataan akhir Menlu Retno di Sidang PBB, untuk mengakhiri pendudukan Israel di Palestina.


"Tugas berat ada di hadapan mata saat ini, yakni memastikan keadilan untuk Palestina. Semua negara Islam harus bersatu melawan tindakan ilegal Israel dan mengakhiri kependudukan di Palestina," pungkasnya.


Source: Galamedia

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...