Headline

Opini

SOROT

Sports

PBNU Respons BNPT soal Salafi: Selangkah Lagi Masuk Terorisme

          PBNU Respons BNPT soal Salafi: Selangkah Lagi Masuk Terorisme
PBNU Respons BNPT soal Salafi, Sebut Selangkah Lagi Masuk Terorisme.

PBNU Respons BNPT soal Salafi: Selangkah Lagi Masuk Terorisme
BENTENGSUMBAR.COM - Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menyebut penganut paham Salafi dan Wahabi hanya berjarak selangkah dari terorisme.


Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut banyak pelaku terorisme di Indonesia berpaham Wahabi dan Salafi.


Menurutnya, Salafi dan Wahabi memegang doktrin al-wala wal-bara atau ajaran kawan dan lawan. Konsep itu, kata dia, memiliki keyakinan hanya pemahaman Islam versi mereka saja yang benar, sementara yang lain salah.


"Di sana ada konsep Al-Wala Wal-Bara. Konsep ini memposisikan orang itu dia harus mencintai seseorang yang satu paham, dan memusuhi orang yang tak sepaham," kata Zulfa kepada CNNIndonesia.com, Jumat, 30 April 2021.


Zulfa menjelaskan doktrin tersebut membuat pengikut Salafi dan Wahabi mudah memusuhi atau mengkafirkan orang lain. Bahkan sesama umat Islam sendiri yang tak sepaham dengan ajaran tersebut bisa dimusuhi.


Tak jarang, kata dia, Wahabi dan Salafi turut memusuhi orang yang dianggap tak mengerti sunah, seperti tak memelihara jenggot dan memusuhi orang yang dianggap mengerjakan bidah.


Doktrin itu pula, kata Zulfa yang membuat Wahabi-Salafi dekat atau selangkah lagi menuju terorisme.


"Itu dalam ajaran mereka ini orang pelaku bidah lebih berbahaya dari orang kafir. Itu jelas sudah menanamkan permusuhan dan kebencian," kata Zulfa.


"Itu selangkah lagi masuk dalam terorisme. Karena sudah ditanamkan kebencian dan permusuhan," tambahnya.


Lebih lanjut, Zulfa mengkategorikan paham Wahabi-Salafi dekat dengan paham kaku dalam memahami teks. Meski demikian, tak jarang dari mereka yang masih memiliki sisi 'moderat' dalam beragama. "Tapi umumnya kaku," kata dia.


Sebelumnya, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwakhid mencatat bahwa kebanyakan teroris yang ditangkap merupakan pemeluk Islam serta memiliki latar belakang paham keagamaan wahabi dan salafi yang jihadis.


Meski begitu, Ahmad menegaskan tak semua pemeluk wahabi dan salafi memiliki ideologi sebagai teroris. Ia menyatakan masih banyak pemeluk wahabi dan salafi yang menjalankan perintah agama sesuai ketentuan yang berlaku dan tak menyimpang.


"Mereka semua, mohon maaf dengan segala hormat, mereka bermahzab salafi wahabi. Yang kita tangkap ini salafi wahabi jihadis, yang jadi kombatan," kata Ahmad.


Source: CNN Indonesia

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...