Headline

Opini

Parlemen

Sports

Singgung Kristen Katolik, Pendakwah Adi Hidayat: Mereka Menyembah Santo Domingo

          Singgung Kristen Katolik, Pendakwah Adi Hidayat: Mereka Menyembah Santo Domingo
Sebuah video Ustaz Adi Hidayat tengah ceramah sambil membahas soal gereja dan cara ibadah umat Kristen Katolik beredar di media sosial.

Singgung Kristen Katolik, Pendakwah Adi Hidayat: Mereka Menyembah Santo Domingo
BENTENGSUMBAR.COM - Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah, Ustaz Adi Hidayat tengah ceramah sambil membahas soal gereja dan cara ibadah umat Kristen Katolik beredar di media sosial.


Video ceramah Adi Hidayat terkait Kristen Katolik tersebut diunggah pengguna Twitter Dark_Anger1 dan dibagikan ulang Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Senin 3 Mei 2021.


Menanggapi video itu, Ferdinand pun merasa kasihan dengan jemaah yang mendengarkan ceramah Ustaz Adi Hidayat tersebut.


“Kasihan jamaahnya!,” cuit Ferdinand Hutahaean.


Dalam video itu, tampak pendakwah Ustaz Adi Hidayat awalnya membahas soal gereja. Menurutnya, gereja bukanlah berasal dari istilah bahasa Indonesia.


“Gereja itu bukan bahasa Indonesia, dari bahasa latin. Asalnya igereja. Bagaimana cara ibadahnya, pertama mereka datang ke situ itu dua hari setelah orang Islam ibadah. Jadi orang Islam umumnya hari Jumat ke masjid, dua hari setelah itu mereka berangkat ke gereja,” ujar Adi Hidayat.


Selanjutnya, ia pun menyinggung soal cara menyembah umat Kristen Katolik. Adi Hidayat mengatakan, orang Katolik tidak langsung menyembah Tuhan mereka melainkan lewat perantara Santo.


“Cara menyembuh orang-orang Katolik sampai sekarang itu gak langsung menyembah Tuhannya, lewat perantara. Jadi kalau mau ditebus dosanya datang ke Bapak, minta pengakuan dosa dan sebagainya, disebut dengan Santo,” tuturnya.


Menurut Ustaz Adi Hidayat, ketika itu umat Kristen Katolik menyembah Santo Domingo.


“Saat itu (mereka) menyembah Santo Domingo. Jadi ketika berangkat ditanya mau ke mana mereka? Nyembah Santo Domingo,” ungkapnya.


Lama kelamaan, kata Adi Hidayat, ibadah Kristen Katolik yang menyembah Santo Domingo itu kemudian disingkat menjadi Minggu.


“Lisan orang kita senang menyingkat, Santo Dominggo, Dominggo menjadi Minggu sampai hari ini. Minggu itu gak ada pak bu, itu bukan bahasa Indonesia asli. Dulu Ahad, semua mengatakan Ahad,” ujarnya.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...