Headline

Opini

Parlemen

Sports

Soal Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Ferdinand: Jadikan Honorer

          Soal Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Ferdinand: Jadikan Honorer
Ferdinand Hutahaean mengusulkan agar 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus TWK dijadikan pegawai honorer.

Soal Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Ferdinand: Jadikan Honorer
BENTENGSUMBAR.COM - Ferdinand Hutahaean mengusulkan agar 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dijadikan pegawai honorer.


“Jadikan pegawai tidak tetap atau honorer tanpa kewenangan struktural,” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter-nya pada Rabu, 12 Mei 2021.


Ferdinand mengatakan hal itu sebagai respons terhadap usulan Wakil Ketua Komisi III, Pangeran Khaerul Saleh yang meminta KPK tidak memberhentikan 75 pegawai yang tak lulus TWK.


Seperti diketahui, TWK itu adalah salah satu rangkain untuk alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).


Sebelumnya, telah keluar Surat Keputusan dari KPK bahwa 75 pegawai tersebut diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung mereka.


Adapun Pangeran menyarankan agar 75 orang tersebut diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau PNS Kontrak.


“Saya berharap para pegawai yang tidak lulus, tapi memiliki integritas dan reputasi yang baik dan menonjol tidak diberhentikan, melainkan dapat dipertimbangkan dan diprioritaskan menjadi tenaga P3K,” kata Pangeran, Selasa, 11 Mei 2021, dilansir dari Kompas TV.


Dengan demikian, 75 orang tersebut akan tetap bisa bekerja di KPK. Sebab, menurut Pangeran, KPK masih sangat membutuhkan para pegawai tersebut, termasuk penyidik senior Novel Baswedan.


“Dengan demikian, mereka dapat meneruskan pengabdiannya dan membantu KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia,” ucap Pangeran.


“Apalagi puluhan pegawai yang ikut tes dan tidak lulus bahkan di antaranya ada beberapa yang memiliki reputasi baik dan memiliki integritas cukup baik,” sambungnya.


Seperti diketahui, TWK yang tak dilulusi 75 dari 1.349 pegawai KPK ini menuai banyak kritik. Salah satu alasannya yakni sejumlah pertanyaan dianggap tidak ada hubungan dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi.


Beberapa pihak, termasuk Novel Baswedan pun menilai bahwa TWK itu adalah upaya untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...