Headline

Opini

Parlemen

Sports

Viral Orasi di Gereja hingga Disebut Sesat dan Dikafirkan, Gus Miftah: Terima Kasih, Kalian Luar Biasa!

          Viral Orasi di Gereja hingga Disebut Sesat dan Dikafirkan, Gus Miftah: Terima Kasih, Kalian Luar Biasa!
Baru-baru ini, video Gus Miftah yang tampak menyampaikan orasi di sebuah gereja viral di media sosial hingga ia akhirnya dicap kafir.

Viral Orasi di Gereja hingga Disebut Sesat dan Dikafirkan, Gus Miftah: Terima Kasih, Kalian Luar Biasa!
BENTENGSUMBAR.COM - Baru-baru ini, video Gus Miftah yang tampak menyampaikan orasi di sebuah gereja viral di media sosial hingga ia akhirnya dicap kafir oleh cukup banyak netizen.


Padahal, kala itu ia hanya berorasi perihal toleransi dalam rangka peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung.


Berikut potongan orasi Gus Miftah yang nyatanya cukup banyak membuat netizen salah paham dan menganggapnya sesat hingga dikafirkan, seperti dikutip terkini.id dari Tempo:


Di saat aku menggenggam tasbihmu, dan kamu memegang salibmu. Di saat aku beribadah di Istiqlal, namun engkau ke Katedral.


Di saat bioku tertulis Allah Swt, dan biomu tertulis Yesus Kristus, di saat aku mengucap Assalamualaikum dan kamu mengucap Shalom, di saat aku mengeja Al-Qur’an dan kamu mengeja Alkitabmu.


Kita berbeda saat memanggil nama Tuhan. Tentang aku yang menadahkan tangan dan engkau yang melipatkan tangan saat berdoa.


Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan Katedral yang ditakdirkan berdiri berhadapan dengan perbedaan namun tetap harmonis.


Andai saja mereka memiliki nyawa, apa tidak mungkin mereka saling mencintai dan menghormati antara satu dengan yang lainnya.


Menanggapi hal tersebut, Gus Miftah khirnya angkat bicara dan memberi klarifikasi terkait video viralnya di GBI tersebut. 


Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa ia hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan tokoh lainnya dalam rangka menghadiri undangan peresmian GBI.


Menurutnya, orasi kebangsaan yang ia sampaikan di sebuah gereja Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan tersebut atas undangan panitia.


“Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Sekjen PBNU Gus Helmi dan para tokoh lainnya,” ungkapnya, seperti dikutip terkni.id pada Senin, 3 Mei 2021, via Instagram pribadi Gus Miftah.


Ia lalu meluruskan pemberitaan yang beredar dan mengklarifikasi bahwa kehadirannya di sana untuk menyampaikan orasi kebangsaan, bukan dalam rangka peribadatan.


“Undangan yang diberikan kepada judulnya adalah orasi kebangsaan peresmian GBI bukan dalam rangka peribadatan.”


Gus Miftah mengaku bahwa banyak netizen yang melayangkan hujatan padanya lantaran viralnya video tersebut.


“Saya hanya mikir orang seperti saya yang kebetulan dikasih oleh Allah menjadi orang yang membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat menjadi seorang mualaf, tetapi hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir,” ungkapnya.


Sebagai informasi, dalam keterangan video klarifikasi yang ia unggah, Gus Miftah justru tampak berterima kasih kepada netizen yang telah menghujatnya.


Berikut selengkapnya, sebagaimana yang telah dirangkum terkini.id via Instagram Gus Miftah:


Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain……kalian luar biasa. Bisa jadi anda benar saya salah, atau sebaliknya. 


Berikut saya sampaikan dasar hukumnya, mohon disimak dan dijadikan bahan diskusi, saya siap di nasehati oleh siapapun dan belajar kepada siapapun…..bahkan pisuhi atau dimaki oleh siapapun.


Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat sekali saja terbakar kekafirannya…. dan Alhamdulillah saya masih tahlilan kok setiap hari (emoji cium).


Orang yang niat belajar dimanapun bisa dapat pelajaran, tapi orang yang tidak niat belajar sedang belajar pun tidak akan mendapatkan pelajaran.


Terima kasih ya….. (Emoji kedua tangan disatukan tiga buah).


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...