Headline

Opini

SOROT

Sports

Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LQ Indonesia Lawfirm Polisikan NR dan Ketum Peradin

          Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LQ Indonesia Lawfirm Polisikan NR dan Ketum Peradin
Diduga Gunakan Ijazah Palsu, LQ Indonesia Lawfirm Polisikan NR dan Ketum Peradin.
BENTENGSUMBAR.COM - Diduga mengunakan ijazah palsu untuk mendapatkan Surat Bas Advokat, LQ Indonesia Lawfirm polisikan (laporkan-red) Lawyer Bodong berinisial NR dan RR selaku Ketum Peradin ke Polda Metro Jaya, Senin, 21 Juni 2021.

Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA, Pendiri dan Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm berkomitmen untuk membersihkan Institusi Aparat Penegak Hukum di Indonesia.

Sudah ada Oknum Polisi dipidanakan, Oknum Petinggi Kejagung dicopot, serta Hakim dipidanakan karena dugaan kriminal atas laporan LQ.

Alvin Lim menegaskan, pihaknya mengharapkan institusi penegakkan hukum yang bersih.

“Karena itulah kami lawan oknum yang mengotori Institusi Penegakkan hukum. Oknum musuh kami, bukan institusi. Hari ini LQ mulai lagi dengan membersihkan Profesi Advokat dari oknum Lawyer bodong dan Oknum Organisasi Advokat, yang mendapatkan surat Berita Acara Sumpah (BAS) Advokat dengan mengunakan Ijazah palsu yang tidak terdaftar di Dikti,” kata Alvin Lim melalui siaran persnya yang diterima media ini, Senin, 21 Juni 2021.

“Kami lampirkan bukti surat dari Dikti yang menyatakan bahwa ijazah NR tidak terdaftar di Dikti sehingga tidak sah dan tidak seharusnya digunakan sebagai persyaratan mengajukan BAS oleh Organisasi Advokat (OA),” pungkasnya.

Selain NR, kata Alvin Lim, LQ juga melaporkan RR selaku Ketua Umum Peradin, Organisasi Advokat (OA) yang mengajukan Pelantikan Advokat NR dengan mengunakan ijazah palsu sehingga berdasarkan Pasal 263 ayat 2, adalah penguna surat palsu diancam pidana maksimal enam tahun penjara.

RR turut dilaporkan karena diduga OA inilah salah satu sumber banyaknya Advokat bodong.

Menurt Alvin, Peradin sengaja tidak mengecek keabsahan surat-surat dan bahkan meluluskan orang yang tidak kualified sebagai advokat.

Bahkan ketika LQ mensomasi, Peradin tidak punya etika menjawab dan tidak ada itikat baik dalam mengungkap terkait pengunaan ijazah palsu dalam pelantikan NR sebagai Advokat.

“NR dan RR diduga melakukan pidana pemalsuan surat atau memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai Pasal 263 jo pasal 266 KUH Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Kami sudah melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya dengan LP NO STTPL/B/3180/VI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA Tanggal 21 Juni 2021,” pungkas Alvin Lim.

Alvin menegaskan, maraknya Advokat bodong, makelar kasus dan Advokat tidak kualified ini menjadi momok yang merugikan masyarakat.

Oknum Organisasi Advokat yang tidak menjalankan tugas semestinya, yaitu mengecek keabsahan dokumen calon Advokat menjadi penyebab, rusaknya profesi Advokat di Indonesia dan perlu perhatian serius dari pemerintah.

“LQ Indonesia Lawfirm meminta Organisasi Advokat lainnya tegas menolak Advokat Bodong. Jangan sampai demi uang membership maka memberikan KTA kepada Advokat bodong dengan ijazah palsu karena pemalsuan atau memberikan keterangan palsu dalam akta otentik adalah pidana,” tegas Avlin Lim.

Sementara itu, Kepala Humas dan Media LQ Indonesia Lawfirm, Sugi menambahkan, pihaknya sudah mengantongi bukti surat-surat untuk mendukung tuduhan LQ Indonesia Lawfirm.

“Ini bukti surat Dikti yang menyatakan bahwa ijazah atas nama NR tidak terdaftar. Juga copy ijazah Sarjana Hukum palsu NR , serta fotokopi KTP dan Fotokopi BAS atas nama NR. Jelas di KTP dan Ijazah saja tahun lahir NR berbeda. Di KTP 3 Desember 1976, di ijazah 3 Desember 1977. Oknum Peradin diduga sengaja tidak mengecek keabsahan Ijazah. Padahal tahun lahirnya saja berbeda, dengan sengaja mengabaikan NR mengunakan ijazah palsu, sehingga lolos sebagai Advokat. Ini sumber utama maraknya Oknum Advokat Bodong dan tidak berkualitas,” jelasnya.

Menurut Sugi, dengan palsunya ijazah, maka status advokat tidak sah, sehingga semua surat kuasa yang ditandatangani oleh NR sebagai Advokat menjadi tidak berlaku.

“Bagi yang mengunakan surat dengan keterangan palsu dapat dijerat pidana Pasal 263 ayat 2 sebagai penguna surat palsu pula. Jadi LQ menghimbau para klien yang memberikan kuasa ke NR, dan merasa tertipu untuk segera melaporkan ke pihak berwajib, dan bagi masyarakat yang tertipu oleh oknum dan memiliki masalah hukum dapat menghubungi LQ Indonesia Lawfirm di hotline 0818-0489-0999,” tutupnya.

Sumber: Press Release LQ Indonesia Lawfirm
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...