Opini

Parlemen

Sports

Simpati pada Nagita Slavina, Rocky Gerung: Dia Hanya Korban Kedunguan Pemerintah Pahami Papua

          Simpati pada Nagita Slavina, Rocky Gerung: Dia Hanya Korban Kedunguan Pemerintah Pahami Papua
Rocky Gerung turut mengomentari soal kontroversi penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Simpati pada Nagita Slavina, Rocky Gerung: Dia Hanya Korban Kedunguan Pemerintah Pahami Papua
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung turut mengomentari soal kontroversi penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.


Melansir terkini.id, tanggapannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Kontoversi Nagita Slavina, Dian Slavina, dan Papua’ yang ditayangkan Rocky Gerung Official pada Jumat, 4 Juni 2021.


Rocky Gerung awalnya menyampaikan bahwa orang yang ditunjuk sebagai ikon PON Papua seharusnya adalah orang memahami permasalahan Papua.


“Kalau kita belajar sejarah Papua, Papua itu memendam twin nationality, nationality ganda itu,” kata Rocky.


“Yang pertama, nasionalisme untuk kemerdekaan Indonesia, dia menyumbang di situ. Kedua, nasionalisme karena dia punya identitas yang unik,” lanjutnya.


Hal seperti ini adalah salah satu hal yang harus dipahami oleh Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua.


Namun, Rocky menegaskan bahwa dia tidaklah menyalahkan Nagita terkait penunjukannya itu.


“Saya simpati itu karena memang bukan dia yang salah itu. Dia hanya korban dari kedunguan pemerintah dalam memahami Papua,” ungkap Rocky.


Sebelumnya, Nagita Slavina ramai dibicarakan setelah ditunjuk sebagai ikon PON XX yang akan diselenggarakan di Papua.


Penunjukan Nagita dinilai tidak cocok sebab ia bukanlah perempuan asli Papua yang bisa merepresentasikan warga Papua.


Dilansir dari Wikipedia, Nagita merupakan perempuan kelahiran Jakarta yang berdarah Jawa, Manado, dan Minang.


Salah satu yang mengkritik soal penunjukan Nagita ini yaitu komedian, Arie Kriting.


“Harap diperhatikan bahwa di sini kita pun sama sekali tidak menyalahkan Kakak Raffi dan Nagita ya,” katanya melalui Instagram Arie_keriting pada Jumat, 4 April 2021.


“Yang kami harapkan itu adalah representasi Orang Papua khususnya Perempuan Papua bisa ditempatkan dengan baik, sehingga tidak terjadi Cultural Appropriation itu,” tambahnya.


Adapun Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali telah menegaskan bahwa pemerintah pusat bukanlah pihak yang menunjuk Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua.


“Publik harus tahu, keputusan tentang penunjukan ikon PON itu bukan oleh pemerintah pusat atau Kemenpora, apalagi dikait-kaitkan dengan Presiden,” ungkap Zainudin Amali, Jumat, 4 Juni 2021, dilansir Oke Zone.


“Sama sekali tidak. Kami tidak tahu-menahu dan ini adalah sepenuhnya keputusan PB PON,” sambungnya.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...