Headline

Opini

Parlemen

Sports

Singgung soal Cebong-Kampret, Zulhas: Suatu Kehormatan Bila PAN Diajak Koalisi PDI Perjuangan

          Singgung soal Cebong-Kampret, Zulhas: Suatu Kehormatan Bila PAN Diajak Koalisi PDI Perjuangan
Singgung soal Cebong-Kampret, Zulhas Sebut Suatu Kehormatan Bila PAN Diajak Koalisi PDI Perjuangan.
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan suatu kehormatan apabila PDI Perjuangan membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai yang dia pimpin.

"PDI Perjuangan adalah partai politik besar, sehingga apabila mengajak kami untuk berkoalisi, itu suatu kehormatan," kata Zulkifli usai menghadiri acara Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 1 Juni 2021, dikutip dari Tempo.co.

Zulkifli menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto yang menyebutkan partainya membuka peluang untuk koalisi dengan PAN, khususnya setelah Amien Rais meninggalkan partai berlambang matahari terbit itu.

Zulkifli menilai koalisi PAN dalam pemilu mendatang tidak hanya terpaku pada satu partai, sehingga terbuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai politik lainnya seperti Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKS.

"Tentu 20 persen (ambang batas partai mengajukan calon presiden), kami tidak bisa sendiri. Jadi kalau kami diajak koalisi, berarti partai tersebut menghormati PAN, dan kami ucapkan terima kasih," ujarnya.

Wakil Ketua MPR itu menegaskan bahwa partainya belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai politik mana saja untuk Pemilu 2024. 

Menurut dia PAN sedang fokus membantu pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Kami sekarang sedang fokus dalam penanganan Covid-19, ini kan kasusnya lagi meningkat lalu ekonomi dalam kondisi tidak baik. Saya mengajak kita semua hentikan saling hujat," katanya.

Zulkifli Hasan berpendapat kunci utama kemajuan bangsa adalah bersatunya seluruh masyarakat. 

Menurut dia, semua perbedaan yang ada, khususnya pasca-Pemilu 2019 harus dihilangkan, karena sudah saatnya untuk bersatu mengatasi berbagai persoalan bangsa. 

"Kita harus hentikan soal kampret-cebong, karena kalau kita tidak bisa bersatu, Indonesia tidak bisa maju," ujarnya.

(*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...