Headline

Opini

SOROT

Sports

Bongkar Pihak yang Tunggangi Covid untuk Nyari Untung, Cak Nun: Kalian Ditakuti Lalu Mereka Akan Tawarkan Obat

          Bongkar Pihak yang Tunggangi Covid untuk Nyari Untung, Cak Nun: Kalian Ditakuti Lalu Mereka Akan Tawarkan Obat

Bongkar Pihak yang Tunggangi Covid untuk Nyari Untung, Cak Nun: Kalian Ditakuti Lalu Mereka Akan Tawarkan Obat
BENTENGSUMBAR.COM - Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait fenomena pandemi Covid-19 di Indonesia. Kali ini, dia mengaku tak membutuhkan masker untuk melindungi dirinya dari paparan virus mematikan tersebut. Lantas, apa alasannya?


Disitat dari video berjudul ‘Yang Memanfaatkan Situasi Saat Ini’ yang tayang di saluran Youtube Jamaah Ngaji, Cak Nun pertama-tama menyingung perihal protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, sebagai warga negara yang patuh hukum, maka dirinya turut menjalankan.


“Kenapa kita memenuhi protokol? Karena kita hidup bareng dengan banyak orang yang lain. Jadi, kalau kita berlaku sesuai dengan kebenaran yang kita percaya, belum tentu itu maslahat buat yang lain,” ujar Cak Nun, dilansir dari Hops.id pada Kamis, 22 Juli 2021.


Seandainya tak ada prokes, sebenarnya Cak Nun tak terlalu khawatir dengan corona. Bahkan, dia mengaku tak butuh masker saat hendak bepergian ke luar rumah.


“Sebenarnya sih, aku berani-berani saja mau ke mana-mana tak masalah. Enggak pakai masker juga aku enggak masalah,” terangnya.


Selama bersafari dakwah dengan Kiai Kanjeng, dia kerap bertemu dengan sesosok makhluk halus yang rupanya sangat menyeramkan. Bahkan, hal tersebut berulang kali terjadi. Sehingga, jika hanya ‘sekadar’ corona, dia mengaku tak takut.


“Kalau cuma sama corona sebenarnya enggak masalah, soalnya itu kan cuma sekadar penyakit sawan,” tegasnya.


Cak Nun menegaskan, meski demikian, bukan berarti dia merasa hebat. Budayawan dan cendekiawan Islam berdarah Jawa Timur itu menegaskan, tak ada kebenaran yang mutlak. Sehingga, jika dia mengaku tak memerlukan masker, bukan berarti orang lain harus melakukan hal serupa.


“Bukan berarti saya lebih hebat, tapi kan setiap orang dalam ketidaktahuan dalam kegelapan harus berjalan pelan-pelan dan merasakan mana yang salah atau benar. Makanya, kita jangan melanggar apapun baik secara kewarganegaraan maupun sosial,” tuturnya.


Lebih jauh, di kesempatan yang sama, Cak Nun menduga, ada pihak tertentu yang ‘menari-nari’ di balik penderitaan banyak orang atas kasus pandemi, yakni kelompok kapitalis global.


“Sekarang ini, menurut saya, kelompok kapitalis global tidak sedang hancur, tapi malah menunggangi situasi corona. Ini sejumlah fakta harus kita cari, namun sejumlah informasi sudah saya terima meskipun saya bukan expert di bidang ini. Sekarang, informasi-informasi itu sudah saya terima,” urainya.


Cak Nun menambahkan, saat ini hampir semua penduduk dunia sedang ketakutan. Itulah mengapa, pada kondisi sekarang, kelompok kapitalis global bisa ambil bagian dan memanfaatkan situasi. Hasilnya, mereka berbisnis dengan masyarakat dan semakin memperkaya diri.


“Jadi sekarang tak mungkin kapitalisme global hancur hanya karena corona, yang ada mereka malah memanfaatkannya,” terangnya.


Sayangnya, Cak Nun tak menyebutkan secara pasti, siapa kelompok kapitalis global tersebut. Namun, di kesempatan yang sama, dia juga menyinggung petinggi perusahaan farmasi yang menurutnya menjual ketakutan untuk meraih keuntungan besar-besaran.


“Sekarang dunia farmasi sedang panen abis-abisan, karena jarak antara mereka dengan publik atau konsumen hanya (dibatasi) tahayul. Kalian hanya ditakut-takuti, lalu saat sudah takut, kalian akan ditawarkan itu (obat-obatan).”


“Jadi sekarang kelompok kapitalisme global memanfaatkan dan menunggangi situasi corona untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya,” kata dia.


(*)

Baca Juga:

Annisa Pohan Kutip QS. Al Baqorah [2]: 291, Netizen: Ayat Sudah Di Mark Up Segitu Banyak, Kadrun Laknatullah Diem-Diem Bae

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...